Ia menambahkan, kegiatan ini bagian dari visi perusahaan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami melihat potensi besar di kawasan irigasi Bagindo. Melalui studi banding ke Gajah Wong ini, kami berharap peserta dapat melihat langsung bagaimana inisiatif warga mampu mengubah area terabaikan menjadi kawasan hidup, bermanfaat, dan bernilai wisata," ujarnya.
Peserta juga mempelajari manajemen kelembagaan wisata, teknik budidaya ikan di sungai, strategi pemasaran, serta pengelolaan sampah di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Karangmiri, Mrican. Harapan utama, kata Anturina, adalah replikasi model pengelolaan sungai di irigasi Bagindo.
"Visi kami agar wilayah tersebut tidak hanya menjadi saluran irigasi biasa, tetapi bertransformasi menjadi kawasan bermanfaat sekaligus tujuan wisata strategis baru di Kediri," pungkasnya.










