Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat memberikan taushiah di depan ribuan wali santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Jumat (2/1/2026). Foto: bangsaonline
Menurut Kiai Asep, Hadits inilah yang juga mendasari visi-misi Amanatul Ummah. Visi Amanatul Ummah adalah mencetak generasi unggul, cerdas, berakhlak mulia, dan berintegritas untuk kejayaan Islam, bangsa, serta menciptakan kesejahteraan dan keadilan.
Sementara misi Amanatul Ummah adalah melaksanakan sistem pendidikan ketat dan bertanggung jawab, membina keimanan dan ilmu, serta menyiapkan lulusan menjadi pemimpin, ulama, profesional, atau konglomerat yang berkontribusi bagi umat dan negara.
Menurut Kiai Asep, tujuan peruntukan pendidikan Amanatul Ummah ada empat. Pertama, mencetak ulama besar yang menerangi dunia dan Indonesia.
“Kedua, mencetak pemimpin dunia dan bangsa untuk kesejahteraan dan keadilan,” tegasnya.
Ketiga, tegas Kiai Asep, mencetak Konglomerat besar yang berkontribusi maksimal bagi bangsa.
“Keempat, mencetak generasi profesional berkualitas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Yang menarik, dari empat komponen bangsa itu justru konglomerat yang paling diminati para santri Amanatul Ummah.
“Saya tanya siapa yang ingin menjadi ulama besar. Yang ngacung tak banyak,” kata Kiai Asep.
Kemudian Kiai Asep bertanya lagi, siapa yang ingin menjadi pemimpin besar.
“Yang ngacungkan tangan juga sama, tak banyak,” tuturnya.
“Tapi ketika saya tanya, siapa yang ingin jadi konglomerat, hampir semua mengacungkan tangan,” tutur Kiai Asep sembari tertawa.
Ini berarti, mayoritas santri Amanatul Ummah ingin jadi konglomerat.
“Nggak apa-apa. Yang penting bisa berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Kiai Asep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




