Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. dan para nara sumber yang lain dalam Seminar Nasional bertajuk “Disrupsi Ekonomi Akibat Perang Global: Perspektif Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perekonomian Indonesia”, di Auditorium Lantai 3 Fakultas Syariah IAIN Gorontalo, Rabu 29 April 2026 . Foto: bangsaonline
GORONTALO, BANGSAONLINE.com - Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Gorontalo bekerjasama dengan Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Gorontalo menggelar Seminar Nasional bertajuk “Disrupsi Ekonomi Akibat Perang Global: Perspektif Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perekonomian Indonesia”, Rabu 29 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Fakultas Syariah ini menjadi perhatian civitas akademika. Pasalnya, seminar tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP PERGUNU, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., tokoh nasional yang dikenal luas sebagai kiai miliarder tapi dermawan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
BACA JUGA:
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Kiai Asep Bertemu Dubes Mesir Bahas Pendidikan, Mesir Siap Kirim 1.000 Guru Bahasa Arab
- PW JKSN Gorontalo Dilantik, Bertekad Mandiri dan Profesional
Acara itu dimulai pukul 09.30 WITA dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Antara lain, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., Wakil Rektor I Dr. Herson Anwar, M.Pd., dan Wakil Rektor III Dr. Sahmin Madina, M.Si.
Juga hadir Kepala Biro AUAK Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. H. Sofyan AP. Kau, M.Ag., Ketua LP2M Dr. Nova Effenty Mohammad, M.HI., para wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, dosen, serta ratusan mahasiswa.
Hadir juga Sekretaris Jenderal PP PERGUNU Dr. Aris Adi Leksono, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua KPAI RI. Tampak juga Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Randangan Gus Abdullah Aniq Nawawi, M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Darul Madinah Kiai Dr. Zubairi, Rektor UNU Gorontalo Prof. Dr. H. Lahaji, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo Dr. Hj. Misnawati Nuna, M.H., unsur PW PERGUNU, Banom NU, IKA PMII yang diwakili Muhatojim Boki, serta Komisioner KPU Provinsi Gorontalo Risan Pakaya, M.H.
Seminar yang dipandu oleh Irma Makmur, S.Ag. berlangsung khidmat. Dalam laporan panitia, Dr. Dikson T. Yasin, M.HI. menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Jurusan Hukum Ekonomi Syariah dan PW PERGUNU Gorontalo.
Menurut Dikson, kehadiran Kiai Asep di lingkungan Fakultas Syariah merupakan kehormatan besar. Kapasitas beliau, tegas Dikson, sebagai tokoh nasional sangat relevan dengan tema seminar, terutama dalam membaca kondisi ekonomi bangsa di tengah ketegangan global.
“Tema ini sangat penting untuk dikaji, apalagi dunia saat ini sedang menghadapi dinamika perang global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi. Perspektif hukum ekonomi syariah perlu hadir sebagai tawaran pemikiran yang menyejukkan dan solutif,” ujar Dikson dalam laporannya.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama. Pertama, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. sebagai tokoh nasional dan Ketua Umum PP PERGUNU. Kedua, Gus Abdullah Aniq Nawawi, M.A., pengurus PBNU yang dikenal aktif dalam kajian keislaman dan ekonomi. Ketiga, Prof. Dr. H. Sofyan AP. Kau, M.Ag., akademisi Fakultas Syariah yang selama ini dikenal tajam dalam mengurai isu-isu keislaman kontemporer, termasuk persoalan Syi’ah dan dinamika geopolitik Timur Tengah.
Seminar yang dimoderatori oleh Hendra Yasin, M.A. ini penuh gagasan. Dalam materinya, Kiai Asep menekankan pentingnya membangun fondasi spiritual sebagai jalan menuju kestabilan hidup dan ekonomi. Di hadapan ratusan mahasiswa, ia mengajak generasi muda untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT., membiasakan bangun malam, melaksanakan salat malam, lalu menjaga salat subuh.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




