Oknum ASN di Tuban Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Empat Karyawan SPBU Parengan

Oknum ASN di Tuban Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Empat Karyawan SPBU Parengan Tangkapan layar CCTV detik-detik penganiayaan pegawai SPBU Parengan Tuban

TUBAN,BANGSAONLINE.com - Seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial J yang bertugas di lingkungan Kecamatan Parengan diamankan Satreskrim Polres Tuban pada Senin (9/2/2026) setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap empat karyawan SPBU di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam mengatakan, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Iya sudah di mapolres dan sedang menjalani pemeriksaan," kata AKP Bobby saat dikonfirmasi.

Sementara itu, dari empat korban dugaan penganiayaan, satu orang dilaporkan mengalami luka serius. Korban bernama Prasojo dijadwalkan menjalani operasi akibat hidungnya patah.

"Besok Pak Prasojo operasi mas. Saat ini ada di RSUD Umum Bojonegoro," ucap Mandor SPBU Parengan, Agus, saat dikonfirmasi.

Agus menjelaskan, meski dirinya tidak menjadi korban langsung, para karyawan memilih untuk tidak berdamai. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oknum ASN tersebut dinilai arogan.

"Kami tidak melawan secara bersamaan, khawatir dikira pengeroyokan," ungkap Agus.

Diketahui sebelumnya, J yang merupakan ASN di Kantor Kecamatan Parengan, Pemkab Tuban, diduga melakukan penganiayaan terhadap empat karyawan SPBU di wilayah setempat pada Sabtu (7/2/2026) malam.

Aksi tersebut diduga dipicu ketidaksabaran pelaku saat mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kekerasan terjadi di SPBU yang berada di Jalan Cokrokusumo Parengan–Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, pada Minggu (8/2/2026). 

Saat itu, pelaku tengah mengantre pengisian BBM jenis Pertamax dengan sepeda motor di depannya. 

Diduga karena merasa menunggu terlalu lama, pelaku menghampiri operator SPBU dan melakukan penganiayaan.

Dalam insiden tersebut, empat karyawan menjadi korban, terdiri atas tiga operator dan satu mandor SPBU. (wan/van)