Bupati Jember Sambut Kunjungan Menteri Abdul Mu’ti, Targetkan 300 Sekolah Direvitalisasi Tahun ini

Bupati Jember Sambut Kunjungan Menteri Abdul Mu’ti, Targetkan 300 Sekolah Direvitalisasi Tahun ini Bupati Muhammad Fawait saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, di SMPN 1 Balung.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Muhammad Fawait menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, di SMPN 1 Balung, Sabtu (21/2/2026) siang.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda percepatan revitalisasi ratusan sekolah di wilayah Jember.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan bahwa kehadiran menteri merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kunjungannya ke kementerian di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, langkah tersebut dilakukan demi memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di daerah yang dipimpinnya.

Menurutnya, dorongan itu muncul setelah melihat langsung kondisi banyak gedung sekolah di Kabupaten Jember yang dinilai jauh dari kata layak. Ia mengaku prihatin karena ribuan fasilitas pendidikan berada dalam kondisi rusak berat.

Dalam pernyataannya, Gus Fawait mengungkapkan bahwa pada awal masa jabatannya, ia menerima laporan yang cukup mengejutkan. Kabupaten Jember tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, namun pada saat yang sama memiliki angka kemiskinan ekstrem tertinggi di provinsi tersebut.

“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, kemiskinan ekstrem harus segera dientaskan. Pendidikan menjadi salah satu pintu utama. Tetapi tentu sulit meningkatkan kualitas pendidikan apabila bangunannya sendiri dalam kondisi rusak,” kata Gus Fawait.

Ia kemudian membeberkan hasil pendataan bersama Dinas Pendidikan yang menunjukkan fakta memprihatinkan. Terdapat 1.532 gedung sekolah di Kabupaten Jember yang masuk kategori rusak berat dan hampir roboh. Ia menilai, data pada sistem Dapodik sebelumnya belum sepenuhnya mencerminkan situasi nyata di lapangan.

“Di Dapodik awalnya tidak terdata sebanyak itu. Saya sempat bercanda dengan jajaran, jangan-jangan ini demi akreditasi. Lalu saya minta datanya diperbarui secara jujur. Kalau memang rusak, sampaikan rusak. Jangan sampai dapur disebut laboratorium komputer,” ujarnya tegas.

Setelah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, upaya tersebut membuahkan hasil. Pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Jember memperoleh bantuan revitalisasi sekolah terbesar sepanjang sejarah daerah itu. Di era pemerintahan Presiden Prabowo, sebanyak 124 sekolah mendapatkan program rehabilitasi total.

Gus Fawait menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menilai sinergi tersebut menjadi bukti keseriusan bersama dalam memperbaiki kualitas pendidikan.

Tak berhenti sampai di situ, ia pun memasang target lebih ambisius untuk tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten Jember telah mengusulkan tambahan revitalisasi bagi 300 sekolah lainnya guna menyelesaikan persoalan gedung rusak berat yang tersisa.

“Kami kembali datang ke Jakarta, bertemu Menteri dan Wakil Menteri. Jika pada 2025 ada 124 sekolah yang diperbaiki, kami optimistis di 2026 bisa mencapai lebih dari 300 sekolah. Insya Allah, dengan rasa syukur dan kerja keras, hasilnya akan terus bertambah,” ucapnya penuh optimisme.

Melalui pembenahan sarana pendidikan tersebut, Gus Fawait berharap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember dapat terdongkrak secara signifikan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan di Jember. (nga/yud/rev)