Tityo Ardianto: Foto: ist
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.con – Meski mendapat intimidasi, bahkan ancaman penculikan dan pembunuhan, tapi Tiyo Ardianto mengaku tak gentar. Mahasiswa filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) itu menganggap bahwa teror terhadap dirinya dan yang lain tak akan berpengaruh.
“Seluruh teror itu tidak akan membuat BEM UGM gentar. Semakin ditekan, justru kami semakin melawan," tegas Tiyo yang sekarang menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) itu seperti dikutip dari Tribunnews, Sabtu (21/2/2026).
Menurut anak muda kelahiran Kudus Jawa Tengah itu, acaman penculikan dan pembunuhan terhadap dirinya merupakan alarm bagi demokrasi Indonesia.
Seperti ramai diberitakan, ancaman dan teror itu tidak hanya diterima Tiyo tapi juga orang tuanya dan hampir 30 pengurus BEM. Namun, tegas Tiyo, berbagai teror pembunuhan itu tidak menyebabkan dirinya dan teman-temannya takut.
“Ketika ancaman ini akan membuahkan ancaman yang lebih besar lagi, maka BEM UGM tidak sendiri. Apakah orang-orang yang meneror itu mau menghadapi kami semua? Maka silakan lanjutkan terornya,” ujar Tiyo.
“Bahkan saya punya prinsip kalau prinsip kalau di filsafat Nietzsche yang mengatakan bahwa what doesn’t kill you will make you stronger, sesuatu yang tidak membunuhmu akan menguatkanmu,” tambah Tiyo.
“Silakan teror saya sebesar apa pun selama itu tidak membuh saya lahir dan batin, maka saya pastikan bahwa setelah itu saya akan lebih kuat dari sebelumnya,” jelas anak muda yang kini mendapat sorotan nasional karena ketegasannya itu.
Tiyo bahkan menyampaikan “terima kasih” kepada para peneror karena berbagai teros itu telah membuat dirinya lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




