Massa saat menggelar aksi di depan kantor bea cukai Madura
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Puluhan massa yang mengatasnamakan Lingkar Melati Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Madura, Senin (23/2/2026).
Mereka mendesak aparat bertindak tegas dan transparan terhadap dugaan maraknya peredaran rokok ilegal serta potensi penyalahgunaan pita cukai di wilayah Madura.
Dengan membawa poster dan berorasi secara bergantian, para aktivis menilai peredaran rokok ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai pelaku usaha yang patuh terhadap aturan.
Rohim, koordinator lapangan Lingkar Melati Bersatu, dalam orasinya menegaskan agar Bea Cukai tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan.
Ia juga meminta adanya evaluasi terhadap pimpinan jika ditemukan kelalaian dalam pengawasan.
“Kami ingin ada tindakan nyata. Jangan sampai ada pembiaran. Jika perlu, lakukan evaluasi pimpinan demi menjaga marwah institusi,” tegasnya di hadapan massa.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Bea Cukai memastikan pengawasan berjalan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Layanan Informasi Bea Cukai Madura, Andru Ledwan Permadi, mengungkapkan pihaknya rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik rokok.
Hasil sidak terbaru, menurut Andru, terdapat 10 pabrik dalam kondisi tidak berpenghuni.
“Sebelumnya sudah kami informasikan akan ada pengecekan, namun saat didatangi, pemilik atau penanggung jawab tidak berada di tempat. Ada yang berdalih umroh, liburan ke Bali, hingga kunci dibawa temannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, dari hasil pengecekan tidak ditemukan aktivitas produksi maupun tenaga kerja.
“Jumlah tenaga kerja yang terdata nol. Jika tenaga kerja nol, maka pabrik tersebut tidak dapat melakukan penebusan pita cukai. Kami bekerja berdasarkan data dan fakta,” ujarnya.
Temuan tersebut telah dilaporkan ke kantor pusat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Pihak Bea Cukai juga menegaskan prosedur penindakan mengacu pada aturan yang tertuang dalam SE-15 dan SE-13.
Apabila saat sidak tidak ada aktivitas atau akses tidak diberikan, tindak lanjut dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Terkait dugaan keterlibatan oknum maupun tuntutan evaluasi pimpinan, Bea Cukai menyatakan memiliki sistem pengawasan internal yang ketat dan memastikan setiap pelanggaran akan diproses tanpa toleransi.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. (bel/dim/van)














