Ngaku Malu Kalah Gaji dengan Istri, Pria di Surabaya Curi Motor Teman Kos Modus Gandakan Kunci

Ngaku Malu Kalah Gaji dengan Istri, Pria di Surabaya Curi Motor Teman Kos Modus Gandakan Kunci Pelaku saat diamankan di Polsek Wonocolo

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Aksi pencurian sepeda motor di sebuah rumah kos Jalan Siwalankerto No 61 yang terekam CCTV pada Rabu (25/2/2026) pagi diungkap polisi.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat dengan mudah membawa kabur motor milik Satriya Surya sekitar pukul 06.59 WIB. Belakangan terungkap, pelaku memiliki kunci duplikat kendaraan korban.

Unit Reskrim Polsek Wonocolo menangkap tersangka bernama Toufani Candra Lesmana (38), warga Jalan Panjang Jiwo Gang 8, Surabaya. Sementara seorang rekannya, Darsono, kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Wonocolo, Kompol Haryoko Widhi, menjelaskan, pelaku sebelumnya pernah meminjam sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi S-2501-JBY milik korban. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menggandakan kunci.

“Saat meminjam motor itulah pelaku ini menggandakan kunci. Dengan modal kunci duplikat palsu tersebut, dia membawa kabur motor milik pelapor,” kata Kompol Haryoko.

Setelah menerima laporan korban, polisi memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis rekaman CCTV. Dari hasil penyelidikan, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Wonocolo.

Kompol Haryoko menambahkan, modus pelaku adalah meminjam motor dengan alasan hendak membeli sesuatu. Saat itulah diduga kunci kontak diduplikasi.

“Pada saat motor dibawa tersangka itulah, diduga dia menduplikat kunci kontak sepeda motor sebagai modal mengambil kendaraan tanpa seijin dan sepengetahuan dari korban,” imbuh Kompol Haryoko.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol S-2501-JBY, kunci duplikat, celana jeans biru, dan sepasang sandal putih. Sementara dari korban disita STNK kendaraan tersebut.

Kepada penyidik, Toufani mengaku motor hasil curian digadaikan seharga Rp2,5 juta. Ia kemudian menghubungi Darsono untuk bertemu dan membagi hasil di sekitar Terminal Bungurasih.

“Jadi saya dan dia janjian bertemu di terminal an aksi Bungurasih untuk bagi hasil. Karena dia (Darsono) tidak datang sehingga saya ke Jl. Pepelegi. Saat santai saya ditangkap oleh polisi Wonocolo,” akui pelaku.

Toufani yang merupakan ayah dua anak itu mengaku nekat mencuri karena merasa malu dengan kondisi ekonominya.

“Saya kerja serabutan gak tentu penghasilan, sedangkan istri saya kerja di butik jahitan baju pesta dan bergaji tetap, saya jadi malu kepada istri,” ungkap pria bertato di kedua tangannya itu. (rus/van)