Suasana Bangkalan Bazar Fashion di GOR Saka Bangkalan yang sepi pengunjung.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com – Sejumlah pedagang baju thrifting dan kuliner mengeluhkan sepinya pengunjung dalam event Bangkalan Bazar Fashion yang digelar di GOR Saka Bangkalan pada 2–8 Maret 2026.
Minimnya pengunjung membuat banyak pedagang mengaku merugi, sementara pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO) disebut tetap meraup keuntungan dari penyewaan tenant.
Nita, pedagang baju thrifting asal Malang, mengaku kecewa dengan kondisi bazar yang jauh dari ekspektasi. Ia mengaku telah mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengikuti event tersebut.
“Empat bulan lalu event di tempat ini masih ramai. Sekarang saya juga tidak tahu kenapa sangat sepi. Padahal biaya yang kami keluarkan tidak sedikit,” ujarnya.
Menurutnya, pedagang harus menanggung biaya sewa stand sekitar Rp2 juta, belum termasuk gaji karyawan, biaya transportasi, serta akomodasi karena sebagian pedagang datang dari luar kota.
Keluhan serupa juga disampaikan Fitri, pedagang asal Pamekasan, yang mengaku penjualannya selama bazar berlangsung jauh dari target.
“Dengan biaya sewa tenant sekitar dua juta, ditambah gaji karyawan dan biaya operasional lainnya, tentu kami rugi kalau pengunjungnya sepi seperti ini,” katanya.
Pedagang lain seperti Feni dari Kediri juga merasakan kondisi yang sama. Minimnya promosi dan momentum bulan puasa disebut menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya jumlah pengunjung.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




