Salah satu stan penukaran uang riyal di Lamongan
Menurut Amalia, penggunaan uang dengan nominal pas sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia yang mendominasi keberangkatan tahun ini.
“Rata-rata jemaah itu sudah sepuh, jadi kalau pakai uang pas itu lebih aman dan tidak membingungkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ahmad Naji, salah satu CJH asal Paciran, Lamongan, mengaku telah menukarkan uang sekitar 2.000 riyal dengan kombinasi pecahan 100 dan 50 riyal, disesuaikan dengan kebutuhannya selama berhaji.
“Kalau saya kemarin menukar sekitar 2.000 riyal, pecahan 100 dan 50. Itu kurang lebih kalau dirupiahkan sekitar Rp9 juta lebih,” ujar Ahmad Naji.
Ia menambahkan, jumlah uang yang ditukarkan setiap jemaah berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan masing-masing. Bahkan, ia juga sempat menukar tambahan riyal di Surabaya dengan nominal lebih besar. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




