Salah satu stan penukaran uang riyal di Lamongan
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Permintaan penukaran uang riyal di Lamongan melonjak seiring persiapan keberangkatan calon jemaah haji ke Arab Saudi.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang riyal, Amalia mengungkapkan, peningkatan permintaan terjadi signifikan dalam beberapa hari terakhir.
BACA JUGA:
- Mawar Merah pada Kerudung Jadi Penanda Unik Jemaah Haji asal Lamongan di Madinah
- Mengapa Dam Haji Tidak Bisa Dipindahkan ke Indonesia
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
Mayoritas calon jemaah haji (CJH) memilih menukar uang dalam pecahan kecil agar lebih mudah digunakan selama menjalankan ibadah.
“Kalau sudah membawa uang riyal dari sini, jemaah tidak perlu repot lagi di sana, jadi bisa lebih fokus beribadah,” ujarnya, Rabu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, pecahan yang paling banyak diminati adalah nominal kecil karena dinilai lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli makanan hingga transportasi.
“Yang paling banyak dicari itu pecahan 5 dan 10 riyal. Ini untuk memudahkan saat transaksi, apalagi kalau bisa bayar pas tanpa harus menunggu kembalian,” katanya.
Menurut Amalia, penggunaan uang dengan nominal pas sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia yang mendominasi keberangkatan tahun ini.
“Rata-rata jemaah itu sudah sepuh, jadi kalau pakai uang pas itu lebih aman dan tidak membingungkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ahmad Naji, salah satu CJH asal Paciran, Lamongan, mengaku telah menukarkan uang sekitar 2.000 riyal dengan kombinasi pecahan 100 dan 50 riyal, disesuaikan dengan kebutuhannya selama berhaji.
“Kalau saya kemarin menukar sekitar 2.000 riyal, pecahan 100 dan 50. Itu kurang lebih kalau dirupiahkan sekitar Rp9 juta lebih,” ujar Ahmad Naji.
Ia menambahkan, jumlah uang yang ditukarkan setiap jemaah berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan masing-masing. Bahkan, ia juga sempat menukar tambahan riyal di Surabaya dengan nominal lebih besar. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




