Membludak! 3.000 Murid MI-SD se-Jatim Ikuti TKA Competition 2026 Amanatul Ummah

Membludak! 3.000 Murid MI-SD se-Jatim Ikuti TKA Competition 2026 Amanatul Ummah Para murid SD dan MI membludak. Mereka dengan penuh semangat mengikuti TKA Competition 2026 Pesantren Amanatul Ummah itu digelar di Student Centre Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Ahad (5/3/2026) pagi. Foto: MMA/bangsaonline

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pondok Pesantren Amanatul Ummah kembali menggelar kompetisi Tes Kemampuan Akademik (). Jika peserta sebelumnya siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), kompetisi kali ini diikuti murid (MI) dan Sekolah Dasar (SD).

"Pesertanya lebih banyak dari sebelumnya. Mencapai 3.000 murid," ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah kepada BANGSAONLINE, Ahad (5/4/2026).

Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, peserta acara Competition 2026 ini memang membludak. Para siswa-siswi MI dan SD itu didampingi guru mereka dari sekolah masing-masing

Acara asah kemampuan akademik bertajuk   Competition 2026 Pesantren Amanatul Ummah itu digelar di Student Centre Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Ahad (5/4/2026) pagi.

Acara itu selain duhadiri Kiai Asep juga dihadiri Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara) yang sekaligus membuka acara tersebut.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim bersama Bupati Gus Bara dan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Mojokerto Amsar Azhari Siregar serta perwakilan dari Kemenag dalam acara Competition 2026 Amanatul Ummah, Ahad (5/4/2026). Foto: MMA/bangsaonline

Hadir juga Staf Khusus Kementerian PDT Dr Afif Zamroni (Gus Afif) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar, disamping juga dari kementerian agama.

Dalam sambutannya Kiai Asep berharap acara ini bisa meningkatkan kualitas akademik siswa-siswi MI dan SD. "Tak boleh ada nilai kecuali istimewa dan baik," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Menurut Kiai Asep, bangsa Indonesia sudah sangat ketinggalan dalam peningkatan SDM.

"Karena kita terlalu eforia dengan kemerdekaan sehingga kita lupa meningkatkan SDM. Sampai ada lagu berjudul Sorak-Sorak Bergembira," ujar Kiai Asep.

"Waktu SD saya gak ada satupun lagu yang saya hafal kecuali Sorak-Sorak Bergembira. Karena itu kalau saya disuruh nyanyi saya menyanyikan lagu Sorak-Sorak Bergembira," tutur Kiai Asep sembari tertawa.

Kiai miliarder tapi dermawan itu kemudian menyanyikan lagu tersebut beberapa bait. Ternyata siswa-siswi SD dan MI yang memenuhi Student Sport Amanatul Ummah itu juga hafal. Mereka mengikuti suara Kiai Asep dengan penuh gemuruh.

“Tolong jangan bereforia,” pinta Kiai Asep. “Kita terlambat mempersiapkan SDM,” tegas Kiai Asep lagi.

Dr Afif Zamroni bersama para juara Competition 2026 Amanatul Ummah, Ahad (5/4/2026). Foto: bangsaonline

Kiai Asep berharap generasi Indonesia cerdas-cerdas dan memiliki kemampuan ilmu serta teknologi sehinga mampu bersaing dengan bangsa lain dan tak mudah dijajah bangsa lain.

Bangsa Indonesia, tegas Kiai Asep, pernah dijajah selama 350 tahun.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO