Tertinggi Nasional, 109 Siswa-Siswi MBI Lolos SNBP, Total 275 Santri Amanatul Ummah Lolos SNBP 2026

Tertinggi Nasional, 109 Siswa-Siswi MBI Lolos SNBP, Total 275 Santri Amanatul Ummah Lolos SNBP 2026 Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini spektakuler sekaligus mengubah sejarah. Sebanyak 275 santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 2026 ini. Hebatnya lagi, 30 santri diantaranya, diterima di kedokteran umum. Mereka diterima di UI, UGM, ITB, ITS, Unair, UB, UIN dan perguruan tinggi lainnya. Ini berarti Amanatul Ummah – terutama Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) - telah mematahkan dominasi SMAN dan MAN di seluruh Indonesia. Padahal selama ini, sekolah-sekolah negeri itulah yang selalu menjadi juara nasional. Yang menarik, ada beberapa santri cerdas dan berprestasi dari Amanatul Ummah justeru tak mau ikut SNBP. Kenapa? Simak laporan M. Mas’ud Adnan, wartawan BANGSAONLINE di bawah ini.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, duduk di ruang tamu kediamannya. Ia ditemani beberapa orang. Ia sibuk mencermati data santri yang diterima di PTN. Sekali-kali ia menelpon guru, terutama kepala sekolah SMA dan Aliyah Amanatul Ummah. Bahkan malam itu juga Kiai Asep memanggil guru agar datang. Untuk mengcroscek data.

“Ya, benar. Jumlah total 275 santri yang diterima lewat SNBP. Yang terbanyak MBI, 109 santri yang diterima di SNBP,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim di kediamannya Jalan Siwalankerto Utara Surabaya seperti dilansir HARIAN BANGSA, Kamis (9/4/2026) pagi ini.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim ketika rekaman Podcast BANGSAONLINE. Tampak dari kiri: Prof Dr Zainuddin Maliki, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan M. Mas'ud Adnan. Foto: bangsaonline

Madrasah Aliyah di bawah naungan Amanatul Ummah memang sangat fenomenal. Terutama Madrasah Bertaraf Internsional alias MBI yang didirikan Kiai Asep Saifuddin Chalim pada 2006. MBI meraih peringkat tertinggi secara nasional dalam meloloskan siswa-siswinya ke perguruan tinggi negeri melalui SNBP. Sebanyak 109 murid MBI lolos SNBP sehingga mengalahkan semua SMAN dan MAN di seluruh Indonesia.

"Kalau jumlah total murid Aliyah di Amanatul Ummah yang lolos SNBP sebanyak 205 santri," ujar Kiai Asep. "Kalau SMA-nya 70 anak yang lolos SNBP," tambah kiai yang dikenal sebagai motivator  dan ulama visioner itu. 

Otomatis MBI dan Pesantren Amanatul Ummah tampil sebagai sekolah nomor wahid secara nasional dalam meloloskan muridnya ke perguruan tinggi negeri lewat SNBP. 

Sekolah yang muridnya juga tinggi lolos SNBP adalah SMAN I Baturetno Wonogiri Jawa Tengah. Sebanyak 114 murid SMAN 1 Baturetno lolos SNBP.

Kemudian SMAN Kamal Bangkalan Madura. Sebanyak 107 siswa SMA Kamal lolos SNBP. 

Begitu juga SMAN 2 Sukabumi Jawa Barat. Sebanyak 95 murid SMAN 2 Sukabumi lolos SNBP.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat menjadi nara sumber bedah buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan di Gedung Dewan Pers Jakarta Pusat. Tampak juga M Mas'ud Adnan, penulis buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan, dalam acara bedah buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan di Gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih Jakarta, Selasa (23/8/2022). Tampak juga Dr KH As'ad Said Ali, Idy Muzayyad dan Yusron Aminulloh. Foto: bangsaonline.com.

MBI bukan satu-satunya lembaga pendidikan di Amanatul Ummah. Juga ada Madrasah Akselerasi-Excellent atau Madrasah Aliyah Istimewa (MAI). Sekolah ini ditempuh dua tahun. Selain MAI juga ada SMA Unggulan dan berbagai lembaga pendidikan lainnya, termasuk MTs dan SMP unggulan.

Menurut Kiai Asep, murid Madrasah Aliyah Akselerasi-Excellent yang lolos SNBP sebanyak 63 anak. Sedangkan murid MA Unggulan yang lolos SNBP sebanyak 28 anak. Lalu 63 murid SMA Unggulan Amanatul Ummah juga lolos SNBP.

“Total santri Amanatul Ummah yang lolos lewat SNBP tahun 2026 sebanyak 275 anak,” tegas Kiai Asep.

Data ini paralel dengan data yang diungkap Gubernur Jawa Timur Khofiffah Indar Parawansa. Seperti diberitakan HARIAN BANGSA, Kamis (2/4/2026), siswa-siswi Jawa Timur tertinggi nasional yang lolos SNBP 2026. Yakni sebanyak 29.406. Disusul Jawa Barat sebanyak 18.365 orang. Posisi ketiga diraih Jawa Tengah, sebanyak 16.326 murid.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, pada 2025 santri Amanatul Ummah yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan luar negeri mencapai 1.269 orang.

“Tahun ini tak akan jauh berbeda. Semuanya akan diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan luar negeri,” ujar Kiai Asep Saifuddin Chalim yang merupakan putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Menurut Kiai Asep, santri Amanatul Ummah yang diterima di perguruan tinggi negeri akan terus bertambah.

“Biasanya di UTBK tiga kali lipat yang diterima,” ujar Kiai Asep yang pada 2025 mendapat anugerah Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.

Tapi benarkah ada beberapa santri pintar dan berprestasi tapi tak mau daftar SNBK? “Ya karena mereka mau melanjutkan belajar di luar negeri,” ujar Kiai Asep sembari mengatakan bahwa ada yang mau ke Jepang, Jerman, Amerika, China, Australia, Inggris dan negara lainnya.

Menurut Kiai Asep, santri yang mau melanjutkan ke luar negeri sebaiknya tidak mendaftar ke SNBP. Karena nanti terlanjur diterima tapi tidak melanjutkan di situ.

“Sekolahnya juga akan menjadi catatan,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.

Amanatul Ummah berpusat di dua tempat. Yaitu di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Satunya lagi di Jalan Siwalankerto Surabaya. Khusus di Surabaya santri Amanatul Ummah ada yang tinggal di asrama pondok pesantren. Tapi ada juga yang pulang ke rumahnya masing-masing. Jadi tak semua siswa-siswi Amanatul Ummah mondok.

“Yang boarding school sampai pukul 4 sore,” ujar kiai kharismatik yang gemar bersedekah itu.