Wagub Jihan Nurlela Kagumi Kiai Asep, Berharap Ada Pesantren Sekelas Amanatul Ummah di Lampung

BANDAR LAMPUNG, BANGSAONLINE.com-Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela mengaku kagum terhadap sosok Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur serta Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka Jawa Barat.

Menurut gubernur bertubuh tinggi semampai itu, Kiai Asep merupakan tokoh pendidikan yang sukses mengelola pondok pesantren.

“Semoga ada pondok pesantren seperti Amanatul Ummah di Lampung,” harap Wagub Jihan Nurlela dalam acara Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Pergunu Lampung Masa Khidmat 2026-2031 di Aula K FKIP Universitas Lampung, Senin (10/8/2026).

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Ketua PWNU Lampung yang juga Dirjen Haji dan Umrah Dr Puji Raharjo, serta Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng dan Sekjen PP Pergunu yang juga Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr Aris Adi Laksono.

Dalam acara itu Aris Adi Laksono – sebagai Sekjen PP Pergunu - melantik Ihsan Mustofa sebagai Ketua PW Pergunu Provinsi Lampung. Ihsan Mustofa dilantik bersama jajaran pengurus wilayah Pergunu Lampung masa khidmat 2026-2031

Acara pelantikan itu juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara FKIP Universitas Lampung dan PW Pergunu Lampung

Menurut Jihan, sekarang dunia pendidikan menghadapi tantangan semakin komplek. Termasuk soal kesejahteraan para guru. Bahkan pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran hingga menghadapi ancaman untuk merumahkan tenaga PPPK. Namun, Jihan Nurlela menjami Pemprov Lampung berkomitmen menjaga hak-hak para guru, khususnya guru PPPK.

"Insyaallah, hak-hak para guru, khususnya guru PPPK di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, akan tetap kami tunaikan. Ini juga akan terus kami dorong kepada 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung," ujar wakil gubernur berusia 32 tahun itu.

Menurut dia, guru adalah tenaga pendidik dan salah satu pilar utama dalam menyelamatkan masa depan pendidikan kita.

“Karena itu, jangan sampai guru dirumahkan, apalagi mengurangi hak-hak para guru, khususnya guru PPPK di lingkungan pemerintah daerah di seluruh Lampung," tegas Jihan lagi.

Jihan juga menggaransi bahwa di tengah era disrupsi informasi dan digitalisasi seperti sekarang perang guru tak akan tergantikan.

"Apa pun teknologinya, secanggih apa pun otomatisasinya, guru tidak akan dapat digantikan oleh teknologi. Guru bukan hanya tempat peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan. Guru adalah tempat peserta didik belajar tentang akhlak, karakter, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan," ujar Jihan yang menyampaikan pidato tanpa teks.

Maka ia meminta para guru yang tergabung dalam Pergunu terus menjaga semangat sekaligus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab perubahan zaman.

Menurut Wagub Jihan, Pemprov Lampung terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan PW Pergunu Lampung, termasuk dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi guru.

"Kita harus mampu menguasai teknologi, bukan justru dikuasai oleh teknologi. Untuk itu, saya membuka peluang untuk bekerja sama dengan Pergunu Lampung dalam program pendidikan dan pelatihan AI bagi para guru Pergunu," kata Jihan menawarkan kerjasama kepada Pergunu.

Jihan berharap guru di Lampung dapat mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pendidikan.

"Guru harus up to date terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai, akhlak, dan karakter sebagai seorang pendidik," harap Wagub Jihan kepada para pengurus dan anggota Pergunu.

Jihan meminta Pergunu dapat menjadi ruang belajar dan pembinaan bagi para guru, termasuk guru-guru muda yang baru memulai pengabdian.

"Tanamkan kepada mereka bahwa akhlak dan karakter adalah hal yang utama. Apa yang dilakukan oleh seorang guru akan dilihat dan dicontoh oleh peserta didiknya," ujarnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara Pemprov Lampung dan Pergunu perlu terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.

"Apa pun gagasan, ide, dan bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Lampung, saya sangat terbuka untuk bekerja sama dengan PW Pergunu Lampung. Mari kita bangun kolaborasi yang kuat untuk menghidupkan dan memperkuat ekosistem pendidikan yang baik di Provinsi Lampung," tantangnya.

Sebelumnya, Kiai Asep menyampaikan taushiyah yang intinya menekankan bahwa orientasi pendidikan – terutama yang dikelola oleh para guru Pergunu – harus memiliki orientasi yang jelas. Yaitu untuk menopang terwujudnya cita-cita luhur kemerdekaan: Indonesia maju, adil dan makmur.

Menurut Kiai Asep, untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan itu harus diabngun empat pondasi penopang. Pertama, ulama besar dan ilmuwan besar yang bisa menerangi dunia, utamanya masyarakat Indonesia.

“Ilmunya menjadi referensi para pengambil kebijakan,” ujarnya.

Kedua, pemimpin dunia dan nasional yang bisa menegakkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, para konglomerat yang loman atau dermawan. Yang peduli terhadap nasib masyarakat. Terutama masyarakat kecil.

“Bukan konglomerat seperti sekarang, yang tidak peduli terhadap masyarakat,” ujarnya.

Keempat, professional berkualitas dan bertanggungjawab.

Menurut Kiai Asep, para pilar ini akan lahir dari guru yang baik dan professional.

Kiai Asep kemudian menjelaskan ciri-ciri guru yang baik. Diantaranya guru harus menjadi teladan moral.

Seorang guru yang baik, tegas Kiai Asep, juga harus mentransfer semua muatan kurikulum kepada semua murid tanpa tercuali.

“Bukan hanya kepada murid yang pintar tapi semua murid yang belum mengerti,” ujarnya.

Selain itu Kiai Asep berpesan agar para guru – terutama Pergunu – harus mendoakan murid-muridnya. “Seorang guru yang baik harus selalu mendoakan muridnya,” ujar Kiai Asep sembari mengutip Hadits Rasulullah SAW yang artinya bahwa Nabi menganggap para sahabatnya seperti anaknya sendiri.

“Ketahuilah, kalau kita mendoakan murid-murid kita, maka kita dengan sendirinya akan mendoakan anak-anak kita,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.