"Kemudian, korban ditegur oleh pengasuh pondok karena menggunakan laptop sembarang tanpa izin dari pengasuh pondok," tambah Ekwan.
Setelah mendapat teguran, korban disebut sempat bercerita kepada santri lain bahwa dirinya merasa malu karena ketahuan mengambil laptop dari laboratorium.
"Sempat bilang ke saksi (santri lainnya) kalau mau bunuh diri. Namun para saksi mengira itu hanya bercanda," tambah Ekwan.
Tak lama kemudian, sejumlah saksi melihat korban membawa tali tambang dari gudang menuju area belakang pondok pesantren. Karena korban tidak kembali, para saksi berusaha mencarinya ke lokasi tersebut.







