Koordinator Rumah Lansia Gusdurian Mojokutho Pare, Anugrah Yunianto (kanan) bersama relawan saat memberi makan lele. Foto: Ist
"Kami ingin rumah lansia ini tidak sepenuhnya bergantung pada donasi. Kalau ada bantuan, harapannya bukan hanya memberi ikan, tetapi memberi kail agar kami terus bisa bertahan," ucapnya.
Saat ini, 4 kolam yang ada belum mencukupi kebutuhan seluruh penghuni. Pengelola menargetkan penambahan 6 kolam dengan kebutuhan dana sekitar Rp10 juta untuk bibit dan fasilitas pendukung.
Sementara itu, Sugeng Santoso selaku relawan menyebut hasil budidaya lele sejauh ini positif meski keuntungan finansial terbatas.
"Kalau dibilang berhasil, iya berhasil. Tapi margin keuntungannya kecil. Hasil panen biasanya langsung dipakai untuk kebutuhan operasional, jadi belum cukup untuk ekspansi," tuturnya.
Area rumah lansia yang dulunya kebun sederhana kini disulap menjadi ruang produktif yang mendukung kebutuhan pangan, sekaligus menghadirkan suasana asri bagi para penghuni.
Bagi relawan, kolam lele menjadi simbol ikhtiar menjaga keberlangsungan pelayanan kemanusiaan di tengah keterbatasan. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




