MARANELLO, BANGSAONLINE.com – Hasil manis di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, terasa seperti penanda lepasnya beban berat dari pundak Lewis Hamilton. Finis di posisi kedua setelah duel sengit melawan Max Verstappen—yang memuncak lewat aksi manuver impresif di tikungan 1 pada lap ke-62—menjadi pencapaian terbaik Hamilton bersama Scuderia Ferrari sejauh ini.
Namun, signifikansi GP Kanada bukan sekadar trofi podium. Bagi juara dunia tujuh kali tersebut, akhir pekan itu membuktikan satu hal krusial untuk jangka panjang: ia akhirnya mulai menyatu dengan tim, setelah melewati musim debut yang penuh cobaan pada tahun 2025.
Bukan rahasia lagi bahwa sepanjang tahun lalu, Hamilton sempat kesulitan beradaptasi dengan sistem dan perangkat teknis di Maranello. Mengingat investasi besar yang dikomitmenkan kedua belah pihak untuk durasi minimal tiga musim, Ferrari bergerak cepat melakukan perombakan personel dan evaluasi di belakang layar sepanjang jeda musim. Hasil dari kerja keras itu kini mulai terlihat.
Langkah strategis Ferrari dimulai dengan merekrut mantan teknisi McLaren, Cedric Michel-Grosjean, yang diproyeksikan menjadi insinyur balap (race engineer) jangka panjang bagi Hamilton. Michel-Grosjean disokong oleh Carlo Santi dan insinyur performa Luca Diella sebagai pilar penting di lintasan.
Meski karena komitmen luar sirkuit suara di radio Hamilton diprediksi akan bergantian—di mana Carlo Santi dikabarkan bakal memegang kendali radio pada GP Monaco mendatang—harmonisasi internal ini terbukti ampuh.
Saat rekan setimnya, Charles Leclerc, mengalami akhir pekan yang pelik di Montreal, Hamilton justru tampil solid dengan mengungguli Leclerc di sesi kualifikasi sprint maupun balapan utama. Bagi pembalap asal Inggris tersebut, teka-teki besar yang selama ini mengganjalnya kini telah lengkap.
"Akhirnya saya memiliki tim teknik yang selama ini saya impikan," kata Hamilton sembari menghela napas lega.
"Ini adalah posisi kedua pertama saya bersama tim ini. Ini adalah sesuatu yang telah saya perjuangkan dengan sangat keras, saya bahkan tidak bisa menjelaskan betapa kerasnya saya harus berusaha untuk mencapai titik ini, dan kerja keras serta upaya di balik layar untuk memungkinkan pencapaian seperti ini. Tapi saya sangat berterima kasih kepada tim karena terus mendukung saya setiap akhir pekan. Dan sungguh menyenangkan melihat mereka begitu bahagia, karena mereka benar-benar pantas mendapatkannya atas semua kerja keras yang telah mereka lakukan."
Faktor pembeda besar lainnya musim ini adalah keterlibatan penuh Hamilton dalam proyek pengembangan mobil untuk regulasi baru tahun 2026. Hal ini tidak ia dapatkan pada tahun 2025, tahun terakhir era regulasi ground effect yang karakternya kurang cocok dengan gaya balapnya. Dengan memberikan masukan krusial sejak tahap awal rancangan mobil masa depan, Hamilton tidak perlu lagi membuang waktu untuk mengejar ketertinggalan adaptasi.
Mengenai kecocokan dengan struktur teknik barunya dan dukungan penuh dari Prinsipal Tim, Fred Vasseur, Hamilton menambahkan:
"Saya memilih pengaturan yang berbeda akhir pekan ini hanya dengan menganalisis data, bekerja sama dengan baik dengan teknisi saya. Dia benar-benar luar biasa dan saya sangat senang bekerja dengannya. Dan asisten saya melakukan pekerjaan yang fantastis akhir pekan ini dan membantu saya benar-benar mengeluarkan lebih banyak performa dari mobil, mencapai kondisi yang jauh lebih baik. Dan akhirnya saya bisa menyerang semua tikungan.
"Ada banyak perubahan yang harus saya minta, dan Fred [Vasseur] sangat mendukung dan sekali lagi juga melakukan banyak hal untuk membuat saya nyaman. Dan akhirnya mulai terlihat dalam performa saya."










