Dinsos Gresik Evakuasi Orang Terlantar di Jalan Gubernur Suryo, Sempat Berontak saat Diamankan

Ringkasan Berita
  • Dinas Sosial Gresik mengevakuasi seorang orang terlantar yang menderita stroke dan sering buang air besar di tempat umum, usai mendapat laporan dari sopir angkot yang merasa terganggu. Proses evakuasi sempat menegangkan karena pria tersebut memberontak saat diamankan petugas.
  • Evakuasi terkendala karena identitas pria tersebut tidak terdaftar dalam sistem data kependudukan, sehingga tidak bisa dirawat di RSUD Ibnu Sina. Pasien akhirnya dirujuk ke RS Menur Surabaya untuk mendapat perawatan medis.
  • Dinsos Gresik sedang berkoordinasi dengan RS Menur untuk memantau kondisi pasien yang direncanakan menjalani perawatan selama 20 hari ke depan. Setelah perawatan, akan dilakukan perekaman ulang E-KTP agar pria tersebut terdaftar dalam data kependudukan untuk jaminan sosial.
  • Petugas juga mendapatkan informasi bahwa pria tersebut memiliki keluarga di wilayah Cerme dan Gumeno, Kabupaten Gresik. Saat ini tim sedang melakukan pencarian keluarga berdasarkan informasi yang diterima.

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Dinas Sosial (Dinsos) Gresik mengevakuasi seorang orang terlantar (OT) yang meresahkan warga di Jalan Gubernur Suryo, karena menderita stroke dan kerap buang air besar (BAB) di tempat umum.

Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik, Alfi Ariyanto mengatakan, evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari paguyuban sopir angkutan kota yang merasa terganggu dengan keberadaan pria tersebut. 

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena pria itu sempat memberontak saat hendak diamankan petugas.

“Memberontak saat diamankan dan dalam kondisi tanpa busana. Pasien OT tersebut juga mengalami stroke, jadi kami rujuk ke RS Menur Surabaya,” kata Alfi, Jumat (5/6/2026).

Alfi menjelaskan, petugas awalnya membawa pria tersebut ke RSUD Ibnu Sina. Namun, proses penanganan terkendala karena identitas yang bersangkutan tidak ditemukan dalam data kependudukan.

"Semula kami hendak merujuknya ke RSUD Ibnu Sina. Namun, saat dilakukan proses cek biometrik, identitas yang bersangkutan tidak teridentifikasi di sistem. Akhirnya, diputuskan untuk dibawa ke RS Menur agar mendapatkan perawatan," terangnya.

Karena tidak terdaftar dalam sistem administrasi kependudukan, petugas kemudian memutuskan merujuk pasien ke RS Menur Surabaya yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera memperoleh penanganan medis.

Menurut Alfi, pihaknya juga memperoleh informasi bahwa pria tersebut memiliki keluarga di wilayah Cerme dan Gumeno, Kabupaten Gresik.

“Petugas saat ini sedan melakukan pencarian keluarga di wilayah tersebut sesuai dengan informasi yang kami terima,” tuturnya.

Dinsos Gresik saat ini terus berkoordinasi dengan RS Menur untuk memantau perkembangan kondisi pasien. Pria terlantar tersebut direncanakan menjalani perawatan medis selama 20 hari ke depan.

“Nanti pasien juga akan dilakukan perekaman ulang E-KTP agar terdaftar ke dalam data kependudukan resmi untuk jaminan sosial ke depannya,” tandasnya. (van)