Mensesneg Prasetyo Hadi
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah membuka kemungkinan menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terindikasi bermasalah dalam kasus dugaan jual beli titik.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penutupan menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan.
BACA JUGA:
- Isyarat Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Susut Menguat Usai Rencana Pemerintah Hitung Ulang
- Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola
- Anggaran Belum Cair, 45 SPPG Jombang Stop Distribusi Makanan
- Pembangunan SPPG di Pamekasan Terkendala Perizinan, BGN Minta Sinergi OPD
Namun, pemerintah masih melakukan pendataan dan evaluasi terhadap kondisi masing-masing dapur sebelum mengambil keputusan.
"Ya pasti salah satunya arahnya ke sana dong. Tapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak. Namanya sedang ditata kan dilihat ya, dinventarisir kondisinya seperti apa. Kita juga tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa hanya mengacu kepada angka-angka kan tidak," kata Pras di Gedung Kemenko Pangan, Menteng, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Menurut Pras, pemerintah akan melihat kondisi setiap dapur secara menyeluruh karena masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.
"Kondisinya masing-masing tentu kan kita lihat, berbeda-beda tetapi yang pasti harus semua itu sesuai dengan SOP sesuai dengan standar sesuai dengan prosedur gitu," lanjutnya.
Pras juga menanggapi beredarnya nama-nama pemilik dapur SPPG yang belakangan menjadi sorotan publik.
Ia menegaskan, yang menjadi perhatian pemerintah bukanlah identitas pemilik dapur, melainkan kepatuhan terhadap aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.
"Termasuk kalau, mohon maaf, ya ada disebut nama-nama pemilik-pemilik SPPG gitu. Pada dasarnya bukan siapa pemiliknya, tetapi lebih pada yang tidak boleh adalah melanggar aturan-aturan main atau melanggar SOP-SOP yang sudah ditetapkan," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





