Polisi memasang police line di lokasi korban tersengat listrik.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Penggunaan setruman listrik untuk menghalau hama tikus kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seorang petani ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Semen, Kecamatan Paron, pada Sabtu (20/6/2026). Korban diduga kuat tewas akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang ia pasang sendiri.
Korban teridentifikasi bernama Slamet Riadi (52), seorang warga setempat. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh warga lain yang kebetulan sedang melintas untuk memeriksa kondisi tanaman padi di sekitar lokasi.
BACA JUGA:
- Jebakan Tikus Listrik di Bojonegoro Renggut Nyawa Warga
- Ratusan Hektare Sawah di Ngawi yang Terendam Banjir Tidak Tercover Asuransi, ini Penyebabnya
- Lagi, Jebakan Tikus di Ngawi Telan Korban, Kali ini Pencari Belut
- Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman Jelang Nataru, Polsek Paron Ngawi Lakukan Monitoring Pasar
Kepala Desa Semen, Suyanto, mengungkapkan bahwa saksi yang pertama kali melihat korban langsung mengambil tindakan cepat dengan mematikan sumber aliran listrik yang terhubung ke kawat jebakan. Setelah situasi aman, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa untuk diteruskan ke Polsek Paron.
“Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di pematang sawah. Tangannya masih memegang kawat dan saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Suyanto.
Ia menambahkan, bentangan kawat yang dialiri arus listrik tersebut memang sengaja dipasang oleh korban sebagai metode untuk melindungi tanaman padinya dari serangan hama tikus.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Tim Inafis Polres Ngawi langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa kondisi fisik korban.
Polisi menduga korban awalnya terpeleset saat hendak memeriksa atau merawat rangkaian kawat tersebut, sehingga secara tidak sengaja menyentuh jalur listrik bertegangan.
Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, jasad Slamet Riadi dievakuasi ke rumah duka untuk dilakukan visum oleh tim medis. Sebagai langkah penyelidikan, polisi juga menyita sejumlah komponen kabel dan kawat jebakan tikus sebagai barang bukti.
Insiden tragis ini kembali menjadi alarm keras bagi para petani mengenai risiko besar dan bahaya fatal di balik penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan. (nal/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




