Ringkasan Berita
- Inflasi bulanan Juni 2026 sebesar 0,44%, didorong terutama oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, dan pelumas/oli mesin.
- Kelompok transportasi menyumbang inflasi tertinggi (2,29%), dengan bensin memberikan kontribusi terbesar sebesar 0,21% terhadap inflasi keseluruhan.
- Inflasi tahunan (year on year) Juni 2026 mencapai 3,34%, meningkat signifikan dari 1,87% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Inflasi terjadi di semua provinsi, dengan Maluku Utara tertinggi (2,45% bulanan) dan Papua Pegunungan tertinggi secara tahunan (7,84%).
- Selain transportasi, kelompok makanan seperti bawang merah dan bawang putih juga menyumbang inflasi, sementara harga daging dan telur ayam mengalami penurunan (deflasi).
BANGSAONLINE.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Juni 2026 sebesar 0,44 persen (month to month/mtm). Kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, serta pelumas/oli mesin menjadi pendorong utama inflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut kelompok transportasi mencatat inflasi 2,29 persen dengan andil 0,28 persen.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain bensin, tarif angkutan udara, dan pelumas/oli mesin. Bensin memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,21 persen,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Selain transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang inflasi 0,20 persen dengan andil 0,06 persen. Komoditas penyumbang inflasi antara lain bawang merah (0,04 persen), bawang putih (0,03 persen), dan beras (0,02 persen). Sementara itu, daging ayam ras (-0,06 persen) dan telur ayam ras (-0,02 persen) tercatat mengalami deflasi.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2026 naik menjadi 111,89 dari 111,40 pada Mei. Berdasarkan komponen, inflasi tertinggi disumbang harga diatur pemerintah dengan andil 0,27 persen, diikuti komponen inti 0,15 persen, dan komponen bergejolak 0,02 persen.
Secara wilayah, inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi, dengan Maluku Utara mencatat inflasi tertinggi 2,45 persen, sedangkan Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah terendah masing-masing 0,23 persen.
Secara tahunan, inflasi Juni 2026 mencapai 3,34 persen (year on year/yoy), naik dari 1,87 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 7,84 persen, sementara terendah di Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen. (rom)










