K.H. Imron Fatah Ingatkan Evaluasi Kualitas SPPG dalam Program MBG di Bangkalan

Ringkasan Berita
  • Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Bangkalan telah mencapai 212 SPPG yang melayani 297.026 penerima manfaat, namun hanya 128 yang beroperasi penuh dengan berbagai kendala seperti kekurangan ahli gizi dan sertifikasi.
  • Tokoh masyarakat K.H. Imron Fatah mengingatkan agar pemerintah fokus pada evaluasi dan penguatan manajemen SPPG yang ada, bukan hanya menambah jumlah, untuk mencegah tumpang tindih layanan dan persaingan tidak sehat.
  • Satgas MBG melakukan evaluasi berkala sebelum membuka titik layanan baru guna mengantisipasi potensi masalah dan memastikan manfaat program tetap optimal bagi masyarakat.
  • Tantangan utama meliputi 26 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 3 tanpa ahli gizi, serta beberapa berstatus suspend atau berhenti sementara, yang memerlukan perhatian khusus.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Kota Dzikir dan Sholawat terus menunjukkan perkembangan.

Namun, salah satu tokoh masyarakat setempat, K.H. Imron Fatah, mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus menambah jumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), tetapi juga memperhatikan evaluasi menyeluruh terhadap yang sudah berjalan.

“Jangan sampai jumlah SPPG terus bertambah tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil. Jika terlalu banyak, dikhawatirkan terjadi tumpang tindih wilayah pelayanan hingga persaingan tidak sehat antar-SPPG,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Ia menekankan pentingnya penguatan manajemen, pemerataan wilayah layanan, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengawasan operasional agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Satgas MBG juga melakukan evaluasi berkala sebelum membuka titik layanan baru, sehingga potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini dan manfaat program tetap optimal bagi masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat 212 SPPG disiapkan untuk melayani 297.026 penerima manfaat (PM) di 18 kecamatan. Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Mustika Budi, menyebut dari total 212 SPPG, sebanyak 145 telah memiliki kepala SPPG dan 128 di antaranya sudah beroperasi.

Namun, beberapa masih menghadapi kendala, seperti satu SPPG berstatus suspend karena IPAL, 3 belum memiliki ahli gizi, satu belum memiliki kepala SPPG, dan satu mengalami kejadian menonjol.

Selain itu, terdapat 17 SPPG yang segera beroperasi, 5 berhenti sementara, satu berstatus suspend, serta 67 masih dalam tahap persiapan. Dari sisi kelayakan, 26 SPPG masih berproses memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 92 sudah mengantongi sertifikat tersebut. (uzi/mar)