KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kediri menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Evaluasi Total Indonesia" di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Jalan Soekarno-Hatta, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kamis (2/7/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Kediri.
Selama berunjuk rasa, massa secara bergantian menyampaikan orasi sambil membentangkan spanduk, banner, poster, serta berbagai media penyampaian aspirasi lainnya.
Tuntutan yang disampaikan ditujukan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan DPRD Kabupaten Kediri.
Perwakilan massa aksi kemudian ditemui Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri M. Zaini dan anggota DPRD Kabupaten Kediri Darminto.
Ketua Umum PC PMII Kediri Irgi Ahmad Vahrezi mengatakan, dalam aksi damai tersebut mahasiswa membawa empat tuntutan utama. Salah satunya mendesak DPRD Kabupaten Kediri menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mengevaluasi dan menutup dapur MBG yang dinilai tidak tepat sasaran atau tidak sesuai ketentuan.
"Kedua, massa aksi menyatakan penolakan terhadap rencana pengembangan proyek geothermal di Kabupaten Kediri. Mereka menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya air," kata Irgi.
Selain itu, Aliansi Mahasiswa Kediri juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Kediri.
"Keempat, mahasiswa mendesak DPRD Kabupaten Kediri meningkatkan transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan membuka rincian penggunaan anggaran kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik," ucap Irgi.
Menurut Irgi Ahmad Vahrezi, aksi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Meski sempat menyebabkan arus lalu lintas di depan Kantor Pemkab Kediri tersendat, aksi unjuk rasa berlangsung aman dan kondusif. (uji/van)










