Ringkasan Berita
- Warga Desa Tuwiri Wetan, Tuban, memprotes kandang ayam petelur milik BUMDes karena dianggap memicu ledakan populasi lalat yang mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan usaha lokal seperti warung makan.
- Pengelola BUMDes membantah klaim tidak ada sosialisasi, menyatakan telah mendatangi warga dalam radius 100 meter, dan menjalankan rutinitas sanitasi untuk mencegah lalat berkembang biak.
- DPRD Tuban memfasilitasi mediasi dengan melibatkan dinas terkait untuk peninjauan lapangan, mendorong penyelesaian melalui musyawarah dengan opsi relokasi dan jalur hukum sebagai pilihan terakhir.
- Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan bahwa kandang ayam BUMDes akan direlokasi dalam jangka waktu lima hingga tujuh bulan ke depan.
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, memprotes keberadaan kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemaripah yang telah beroperasi sekitar tiga bulan.
Warga menilai kandang tersebut memicu serangan lalat sehingga mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Warga terdampak mendesak agar kandang ayam segera direlokasi karena dinilai berada terlalu dekat dengan permukiman.
Salah seorang warga, Hariyadi mengaku, masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan kandang ayam tersebut.
Halaman:










