PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya melejitkan potensi lokal sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan dalam program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat bersama Agus Suyanto dan Nur Laila.
Pada agenda bertajuk, 'Lokal Berdaya, Ekonomi Berjaya: Melejitkan Potensi Bumi Pasuruan', Agus menyoroti tantangan tata niaga yang masih merugikan petani dan nelayan.
“Seringkali yang untung besar bukan petani atau nelayannya, tapi tengkulaknya. Ini bug besar dalam tata niaga yang harus diperbaiki lewat regulasi perlindungan produk lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Laila menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan seperti mangga dan kopi. Menurut dia, Kabupaten Pasuruan tidak boleh hanya menjual bahan mentah, tetapi harus mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
“Kalau kita masuk ke hilirisasi, ekonomi petani bisa melompat,” katanya.
Komisi II juga mengawal penguatan sektor perikanan melalui pembangunan cold storage di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) serta digitalisasi sistem lelang agar lebih transparan.
Di sisi UMKM, dewan mendorong transformasi digital dengan dukungan BUMDes sebagai agregator pemasaran produk lokal.
Selain itu, sinergi dengan industri besar melalui program CSR ditegaskan sebagai bentuk kemitraan adil. Pasar tradisional juga akan direvitalisasi agar bersih, nyaman, dan mampu bersaing dengan pasar modern.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap rupiah APBD berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga. Produk lokal harus menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” kata Agus. (red)










