Tren Positif, Penerimaan Pajak KPP Pratama Tuban Tumbuh 8,51 Persen di Semester Pertama 2026

TUBAN, BANGSAONLINE.com — Kinerja penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Tuban mencatatkan tren positif sepanjang semester pertama tahun 2026.

Kepala KPP Pratama Tuban, Hanis Purwanto, menyampaikan bahwa hingga akhir Juni 2026, penerimaan pajak tumbuh positif sebesar 8,51 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.

"Sedangkan untuk pertumbuhan bulan Mei 2026 sekitar 18,54 persen dan Juni 2026 berada di angka 8,51 persen," ujar Hanis dalam konferensi pers capaian APBN 2026 di Kantor KPP Pratama Tuban, Selasa (28/7/2026).

Melihat rekam jejaknya, grafik pertumbuhan penerimaan pajak KPP Pratama Tuban mulai merangkak naik sejak Februari 2026 di angka 2,45 persen, lalu melonjak pada Maret (9,10 persen), hingga mencapai puncaknya pada April 2026 sebesar 36,86 persen.

Secara akumulatif, penerimaan neto hingga Juni 2026 telah terealisasi sebesar Rp99.802.708.416 atau mencapai 28,70 persen dari total target tahunan sebesar Rp347.695.638.000.

Mengenai target penerimaan dari pusat yang mengalami penurunan, pejabat asal Kediri tersebut memberikan penjelasannya.

"Untuk target dari pusat memang menurun, sebab saat ini perusahaan atau stakeholder di Kabupaten Tuban yang memiliki kantor pusat, maka pelaporannya ada di pusat Jakarta," jelas Hanis.

Dari segi penopang penerimaan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib masih menjadi kontributor terbesar dengan capaian Rp36.481.636.192 selama semester I.

Posisi kedua ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor yang membukukan nilai sebesar Rp25.674.877.992. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode 2025 yang mencatatkan Rp12.173.435.534.

"Jadi untuk sektor perdagangan ini cukup besar, mungkin sejak ada MBG (makan bergizi gratis). Karena sektor perdagangan membutuhkan skala besar," tambahnya.

Di sisi lain, beberapa sektor masih mencatatkan penerimaan yang tergolong minim. Sektor penerimaan pajak dari pejabat negara, pegawai, dan pensiunan baru menyumbang Rp6.730.602.400. Sementara itu, industri pengolahan mencatatkan angka Rp5.098.369.258.

Adapun kontribusi terendah berasal dari sektor kegiatan konstruksi yang berada di angka Rp4.619.240.281. Meski demikian, Hanis optimistis penerimaan dari sektor ini akan terdongkrak di paruh kedua tahun ini.

"Memang kalau untuk kegiatan konstruksi ini biasanya akan naik pada saat semester periode kedua," pungkas Hanis.

Acara pers rilis APBN 2026 tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari BPS Kabupaten Tuban, KPPN Tuban, serta Bea Cukai Bojonegoro. (wan/rev)