TUBAN, BANGSAONLINE.com - Perum Perhutani KPH Jatirogo melalui BKPH Bancar menggelar koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta gangguan keamanan hutan. Kegiatan berlangsung di Pos Tunggal Mandiri (PTM) 17, RPH Sekaran.
Koordinasi ini menjadi langkah preventif membangun sistem pengamanan hutan terpadu menghadapi musim kemarau yang meningkatkan risiko Karhutla. Selain strategi antisipasi, pertemuan juga menekankan penguatan komunikasi sosial.
Kolaborasi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat penyampaian informasi jika terjadi potensi gangguan.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bancar, Sutrisno, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi.
“Koordinasi dan komunikasi yang terus kami bangun bersama Polri, TNI, Pemerintah Desa, dan LMDH merupakan bentuk komitmen menjaga kelestarian hutan. Dengan sinergi solid, kami optimistis pencegahan Karhutla maupun gangguan keamanan hutan berjalan lebih efektif,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Jatirogo, Aiptu Gianto, menyebut Polri siap mendukung langkah preventif Perhutani.
“Sinergi lintas instansi menjadi kekuatan utama dalam pencegahan. Polri bersama TNI, Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat akan terus berkoordinasi agar setiap potensi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan dapat diantisipasi sejak dini,” katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan menghasilkan kesepahaman untuk meningkatkan komunikasi serta patroli terpadu. Seluruh pihak berkomitmen memperkuat langkah antisipatif demi menjaga keamanan kawasan hutan dan mewujudkan kelestarian bagi generasi mendatang.
Pertemuan dihadiri jajaran Polri, TNI Koramil Jatirogo, Pemerintah Desa Sekaran, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). (coi/mar)










