Ringkasan Berita
- Aparat gabungan Koramil dan Perhutani Jatirogo mengamankan 15 batang kayu ilegal dan 3 sepeda motor di kawasan hutan Jatirogo, Tuban. Operasi ini menyasar titik-titik rawan pembalakan liar yang telah dipantau sebelumnya.
- Kapten Yanto selaku Danramil menegaskan komitmen untuk mempersempit ruang gerak pelaku illegal logging. Patroli intensif dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian hutan yang merupakan tanggung jawab bersama untuk keberlangsungan lingkungan.
- Perhutani KPH Jatirogo mengapresiasi sinergi dengan TNI sebagai kekuatan penting dalam perlindungan hutan. Asper Sutrisno menekankan hutan sebagai sumber kehidupan dan titipan untuk generasi mendatang yang harus dilindungi tanpa henti.
- Operasi ini menjadi peringatan bahwa aparat akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik pembalakan liar. Aparat menyatakan tidak akan membiarkan siapapun menjarah hutan, termasuk di wilayah Jatirogo.
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Aparat gabungan dari Koramil 0811/09 Jatirogo dan Perhutani KPH Jatirogo mengamankan belasan batang kayu hasil pembalakan liar beserta kendaraan yang diduga digunakan pelaku di kawasan hutan Jatirogo, Kamis (28/5/2026).
Dalam operasi terpadu tersebut, petugas menemukan 15 batang kayu ilegal dan tiga unit sepeda motor yang diduga dipakai untuk mengangkut hasil pembalakan liar. Seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Patroli intensif itu menyasar sejumlah titik rawan pembalakan liar yang selama ini menjadi perhatian aparat.
Danramil 0811/09 Jatirogo, Kapten Czi Yanto, menegaskan pihaknya akan terus mempersempit ruang gerak pelaku illegal logging di wilayah tersebut. Menurutnya, menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan lingkungan hidup.
“Kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama. Patroli ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk komitmen kami dalam menjaga alam dari ancaman illegal logging. Kami akan terus bersinergi untuk memastikan kawasan hutan tetap aman dan lestari,” kata Yanto, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, pihak Perhutani mengapresiasi dukungan dari jajaran TNI dalam upaya menjaga kawasan hutan dari aksi pembalakan liar.
Asper Perhutani KPH Jatirogo, Sutrisno, menyebut sinergi antara Perhutani dan Koramil menjadi kekuatan penting dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah Jatirogo.
“Kerja sama ini menjadi energi besar bagi kami. Hutan bukan hanya sumber kehidupan hari ini, tetapi juga titipan untuk anak cucu kita di masa depan. Karena itu, perlindungan terhadap hutan harus terus dilakukan tanpa henti,” kata Sutrisno.
Keberhasilan operasi tersebut menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan lingkungan bahwa aparat gabungan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik pembalakan liar di kawasan hutan.
"Tidak akan kami biarkan siapapun menjarah hutan, termasuk di wilayah kami," katanya. (van)










