Ringkasan Berita
- Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas membentuk tim 'Carbon Warriors' yang terdiri dari 700 santri untuk mengantisipasi dan mengelola penumpukan sampah selama Muktamar NU ke-35, bekerja 24 jam dengan patroli dan pengumpulan sampah ke TPS.
- Selain tim kebersihan, sebanyak 3.300 santri lainnya ditugaskan mendukung operasional logistik, akomodasi, transportasi, dan pelayanan penginapan bagi peserta muktamar.
- Gerakan ini didukung penuh oleh Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Pusat yang menyediakan perlengkapan seperti gerobak, tempat sampah terpilah, dan rompi khusus untuk 500-700 relawan.
- Pengelolaan sampah dan sanitasi disinergikan dengan Dinas Lingkungan Hidup Jombang dan Pemprov Jawa Timur, termasuk rencana penyediaan toilet portabel di zona utama kegiatan.
- Sinergi berbagai pihak melalui Carbon Warriors diharapkan menjadikan Muktamar NU ke-35 tidak hanya sukses secara organisasi, tetapi juga menjadi contoh gelaran akbar yang ramah lingkungan.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar 27-31 Agustus 2026, Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas menyiapkan tim khusus Carbon Warriors untuk mengantisipasi penumpukan sampah.
Sebanyak 700 santri dikerahkan menjaga kebersihan kawasan pesantren selama hajatan akbar tersebut. Ketua Yayasan PPBU sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menyebut pembentukan relawan kebersihan menjadi prioritas atas arahan PBNU.
“PBNU mengarahkan kami membentuk tim relawan kebersihan yang difokuskan menyisir wilayah berpotensi mengalami penumpukan sampah,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Carbon Warriors berasal dari berbagai ribath dan bekerja 24 jam bergantian. Mereka bertugas mengumpulkan, menampung, dan menyalurkan sampah ke TPS melalui patroli keliling serta penjagaan di titik rawan.
Sementara 3.300 santri lainnya ditugaskan mendukung operasional logistik, akomodasi, transportasi, dan pelayanan penginapan.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Pusat yang menyediakan gerobak, tempat sampah terpilah, serta rompi khusus bagi relawan. Ketua Umum IKABU, Faizun Amir, memastikan pengadaan rompi untuk 500-700 personel Carbon Warriors.
Pengelolaan sampah juga disinergikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang dan Pemprov Jawa Timur. DLH merencanakan penyediaan toilet portabel di zona utama kegiatan untuk menunjang kenyamanan sanitasi.
Sinergi berbagai pihak melalui Carbon Warriors diharapkan menjadikan Muktamar ke-35 NU tidak hanya sukses secara organisasi, tetapi juga menjadi contoh gelaran ramah lingkungan. (aan/mar)










