Yenny Wahid Minta Muktamar NU Steril dari Kepentingan Politik

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, diharapkan menjadi momentum pemulihan keharmonisan internal organisasi.

Harapan tersebut disampaikan putri Presiden ke-4 RI, Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid, Rabu (19/8/2026). Ia menegaskan, dinamika permusyawaratan tertinggi NU harus steril dari kepentingan politik pragmatis maupun perebutan pengaruh.

“Tugas utama bagi siapa saja yang nanti terpilih adalah merangkul serta mengintegrasikan kembali seluruh faksi yang sedang terlibat dinamika internal,” ujarnya.

Menurut dia, penataan hubungan internal mendesak dilakukan demi menjaga keutuhan jam’iyah dari pusat hingga akar rumput. Yenny mengingatkan agar agenda pemulihan organisasi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan faksi tertentu, melainkan kembali pada pijakan dasar dan warisan spiritual para pendiri NU.

Secara khusus, ia menekankan perlunya menguatkan komitmen Khittah NU serta menjadikan Qanun Asasi karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tahun 1926 sebagai pedoman utama perjalanan organisasi.

“Harus ada upaya nyata mengembalikan NU pada khittahnya, sekaligus menjadikan Qanun Asasi sebagai landasan utama,” katanya.

Ia berharap, Muktamar ke-35 mampu membangun tata kelola PBNU yang lebih terbuka, sehat, dan solid tanpa meninggalkan pihak mana pun.

“Muktamar jangan sampai cuma menyisakan narasi pihak yang menang atau kalah. Yang krusial adalah memastikan seluruh warga Nahdliyin bisa kembali berjalan searah setelah perhelatan ini usai,” pungkasnya. (aan/mar)