MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan Mojokerto menegaskan komitmen menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam Laporan Program Kerja Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Cabang Mojokerto pada Kamis (20/8/2026). Kepala BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menekankan pentingnya kendali mutu dan kendali biaya berjalan beriringan.
“Kendali mutu dan kendali biaya merupakan upaya bersama untuk memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan sesuai kebutuhan medis. Di sisi lain, pembiayaan juga perlu dikelola efektif dan efisien agar keberlangsungan program tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga mutu tidak bisa dilakukan BPJS Kesehatan sendiri. Sinergi dengan TKMKB dan fasilitas kesehatan diperlukan untuk evaluasi berkelanjutan, dan diharapkan menjadi bahan perbaikan bersama demi pelayanan optimal.
“Kami berharap sinergi terus diperkuat agar setiap rekomendasi menjadi pembelajaran bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TKMKB Cabang Mojokerto, Achmad Rheza, menjelaskan peran TKMKB dalam mendukung kendali mutu dan biaya melalui evaluasi serta audit medis.
“TKMKB berupaya memastikan pelayanan sesuai indikasi medis dan standar yang berlaku. Hasil evaluasi menjadi bahan untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki,” ucapnya.
Melalui penguatan kendali mutu dan biaya, BPJS Kesehatan Mojokerto bersama TKMKB dan fasilitas kesehatan mendorong terciptanya layanan yang berkualitas, efektif, dan efisien.
Sinergi antarpihak diharapkan mendukung keberlangsungan Program JKN sekaligus memastikan peserta memperoleh pelayanan sesuai standar.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kami ingin memastikan peningkatan mutu pelayanan dapat berjalan konsisten,” kata Titus. (ris/mar)










