Ringkasan Berita
- Baznas RI meluncurkan Program Beasiswa Santri 2026 dengan anggaran Rp38 miliar, mencakup biaya pendidikan dari SD hingga pascasarjana (S2/S3). Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi pelajar dan santri, termasuk kalangan non-santri.
- Program ini telah menyerap sekitar 24 ribu santri sebelumnya, dengan 7 ribu di antaranya berhasil masuk perguan tinggi negeri, dan dirancang agar santri tidak hanya ahli agama tetapi juga unggul dalam sains dan teknologi.
- Selain anggaran Rp38 miliar, Baznas juga menyalurkan Rp22 miliar untuk mendukung pendidikan 200 mahasiswa asal Palestina melalui Kemendikti, sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI.
- Pendidikan menjadi salah satu pilar utama Baznas di samping program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dakwah, pembinaan mualaf, dan lingkungan. Pengajuan beasiswa dilakukan melalui sistem rekomendasi dari organisasi/lembaga terkait untuk memastikan ketepatan sasaran.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI merilis Program Beasiswa Santri 2026 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah 1, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/08/2026).
​Peluncuran agenda pendidikan tersebut digelar bersamaan dengan momentum perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kompleks Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.
Baznas mengalokasikan dana sebesar Rp38 miliar guna membiayai studi para penerima manfaat dari tingkat dasar hingga jenjang pascasarjana. Program ini dirancang untuk memperluas jangkauan akses pendidikan bagi para pelajar dan kalangan santri.
​Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, memaparkan bahwa pembiayaan pendidikan tahun ini mencakup taraf SD, SMP, hingga S2 dan S3.
"Sasaran penerima tidak hanya terbatas pada kalangan pesantren, tetapi juga menjangkau kaum intelektual non-santri," ucapnya.

​Sodik mencatat bahwa program bantuan pendidikan untuk ekosistem pesantren sebelumnya telah menyerap sekitar 24 ribu santri, dengan 7 ribu di antaranya berhasil menembus perguruan tinggi negeri.
"Baznas merancang program ini agar para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga unggul dalam bidang sains dan teknologi," ungkapnya.
​Di luar alokasi Rp38 miliar tersebut, Baznas juga menyalurkan dana sebesar Rp22 miliar untuk mendukung pendidikan 200 mahasiswa asal Palestina. Bantuan yang disalurkan via Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI.
​Sodik menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama Baznas, bersanding dengan program pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, aktivitas dakwah, pembinaan mualaf, dan kelestarian lingkungan.
​Pengajuan beasiswa dilakukan melalui mekanisme rekomendasi dari organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah, atau instansi terkait. Sistem rujukan ini diterapkan untuk menjamin ketepatan sasaran penerima manfaat. Baznas berharap bantuan ini mampu mencetak lulusan pesantren yang berdaya saing tinggi serta menguasai Iptek.










