Musim Giling 2026, Produksi Tebu Lamongan Capai 68.874,9 Ton Hingga Agustus 2026

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Proses panen dan penggilingan tebu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus bergulir. Hingga 31 Juli 2026, produksi tebu daerah tersebut tercatat melimpah dari total areal tebang seluas 1.007,79 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengonfirmasi bahwa rata-rata produktivitas tebu di wilayahnya menyentuh angka 644 kuintal per hektare dengan capaian rendemen rata-rata tujuh persen.

"Data yang kami himpun sampai 31 Juli 2026, produksi tebu mencapai 68.874,9 ton (644 kuintal per hektare) dan rendemen rata-rata tujuh persen," ujar Mugito saat dikonfirmasi di Lamongan, Minggu (30/8/2026).

Mugito menceritakan bahwa total areal tanam tebu di Lamongan pada musim tanam 2025 lalu mencakup lahan seluas 3.473,082 hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 1.007,790 hektare di antaranya telah selesai ditebang hingga akhir Juli.

Guna melipatgandakan hasil panen, Pemkab Lamongan menggencarkan program bongkar raton (BR). Inisiatif peremajaan tanaman ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah pusat dalam mempercepat pencapaian produksi tebu nasional.

"Program BR di Lamongan terealisasi seluas 273,23 hektare yang tersebar di Kecamatan Tikung, Mantup, Sambeng, Ngimbang, Sugio, Kedungpring, dan Bluluk," terangnya.

Meski terjadi penyesuaian pada ongkos operasional tebang, Mugito menegaskan program ini sangat menguntungkan pos pendapatan petani.

"Kalau secara biaya produksi bagi petani yang ikut program BR ini sebenarnya memperoleh banyak keuntungan yakni mendapatkan bantuan bibit dan biaya olah tanah serta tanam. Meskipun adanya kenaikan ongkos tebang, saya pastikan petani masih tetap untung," tuturnya.

Terkait skema harga jual di tingkat pabrik, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menetapkan patokan harga Rp82.000 per kuintal berdasarkan perhitungan kualitas rendemen. Sementara itu, Pabrik Gula Kebun Tebu Mas (KTM) menerapkan skema harga Rp80.000 per kuintal berdasarkan bobot timbangan.

"Besaran keuntungan petani pada musim giling 2026 belum dapat dihitung karena proses tebang dan giling masih berlangsung," jelas Mugito.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi Gula Kristal Putih (GKP) secara nasional pada 2026 mampu menembus 3,02 juta ton—naik 13,1 persen dibanding capaian 2025. Adapun total produksi tebu nasional ditargetkan mencapai 40,20 juta ton dengan rerata rendemen 7,51 persen melalui optimalisasi perluasan lahan, pembenihan unggul, hingga perbaikan sarana irigasi.