Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Malang memperlebar jembatan di Desa Sukolilo dari 5x10 meter menjadi 13x14 meter untuk meningkatkan kapasitas dan mendukung berbagai jenis kendaraan, dengan target penyelesaian akhir Desember 2026.
- Peningkatan infrastruktur ini merespons pesatnya pembangunan di Malang Timur, yang mencakup 15 perumahan dan 30 perusahaan di Kecamatan Jabung, serta menjadi jalur utama menuju destinasi wisata pegunungan.
- Kebijakan ini sejalan dengan visi Bupati untuk mengembangkan kawasan timur laut menjadi perkotaan baru tanpa menghilangkan karakter wilayah, didukung dengan percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan penerapan zonasi.
- Jabung dipersiapkan sebagai kantong pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan infrastruktur, industri, permukiman, dan pariwisata, bukan sekadar wilayah lintasan menuju Gunung Bromo.
MALANG, BANGSAONLINE.com – Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Chairul Isnadi Kusuma, mengatakan bahwa Pemkab Malang kini tengah melakukan perbaikan infrastruktur jalan hingga jembatan yang dinilai sudah tidak layak, khususnya di wilayah Malang Timur.
Oong, sapaan akrab Kadin Bina Marga Malang, mengatakan bahwa peningkatan infrastruktur ini dilakukan seiring pesatnya pembangunan perumahan, industri, hingga destinasi wisata di wilayah tersebut.
Ia menyebut, sedikitnya telah tercatat 15 lokasi perumahan dan 30 perusahaan yang telah berdiri di Kecamatan Jabung. Pertumbuhan tersebut diperkirakan terus bergerak seiring penguatan infrastruktur dan penataan kawasan yang tengah digenjot pemkab.
Oong juga menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Malang juga tengah melakukan pembongkaran jembatan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, untuk dilakukan pembangunan ulang dan memperluas kapasitas.
Jembatan yang menghubungkan wilayah Pakis dan Jabung tersebut akan diperlebar dari yang sebelumnya 5x10 menjadi 13x14 meter.
“Jembatan ini sedang dikerjakan. Masa pelaksanaannya sekitar 180 hari dan diperkirakan selesai akhir Desember 2026,” jelas Oong, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pelebaran ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jembatan sehingga dapat dilalui berbagai jenis kendaraan.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin mendesak karena Jabung memiliki 15 desa, 30 perusahaan, sekaligus menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata pegunungan di antaranya Coban Jahe, Coban Siuk, dan Desa Wisata Taji Kaki Langit yang menawarkan bentang alam pegunungan dan lembah.
Arah pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan Bupati Malang, M Sanusi, yang mendorong desa-desa di wilayah timur laut berkembang menjadi kawasan perkotaan baru tanpa kehilangan fungsi dan karakter wilayahnya.
Untuk mendukung arah tersebut, Pemkab Malang mulai menerapkan zonasi penataan ruang di sejumlah wilayah seperti Jabung, Tumpang, dan Pakis. Pengaturan dilakukan dengan menyesuaikan fungsi masing-masing kawasan.
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di kawasan timur laut Kabupaten Malang pun kini tengah dipercepat.
Dengan kombinasi infrastruktur, kawasan industri, permukiman, pariwisata, dan penataan ruang, Jabung perlahan dipersiapkan bukan sekadar sebagai wilayah lintasan menuju Bromo, tetapi sebagai salah satu kantong pertumbuhan ekonomi baru Kabupaten Malang. (dad/msn)










