MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pengalaman pribadi dialami Alianita Fauziah, pegawai BPJS Kesehatan Cabang Madiun, ketika putrinya mengalami kecelakaan di sekolah hingga luka pada bagian mulut dan rahang bergeser.
Di tengah kekhawatiran, ia segera membawa sang anak ke RS Hermina Madiun untuk pemeriksaan medis dan tindakan operasi. Alianita menuturkan, meski sehari-hari bertugas memberikan informasi tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kali ini ia sendiri merasakan manfaat program tersebut.
“Jujur, sebagai orang tua pasti ada rasa khawatir. Tetapi sejak proses administrasi, pemeriksaan, sampai tindakan operasi, semuanya berjalan dengan baik. Saya merasakan sendiri pelayanan yang diberikan seperti peserta Program JKN lainnya, tanpa dibeda-bedakan,” ujarnya pada Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, pengalaman ini memberi makna lebih dekat terhadap pekerjaannya.
“Di balik pekerjaan saya sebagai pegawai BPJS Kesehatan, saya juga seorang ibu dan peserta JKN. Ketika anak saya membutuhkan perawatan, saya menggunakan JKN karena saya percaya program ini memang memberikan perlindungan bagi keluarga,” katanya.
Alianita menilai kepastian akses pelayanan kesehatan menjadi penting saat keluarga menghadapi kondisi tak terduga.
“Pengalaman ini membuat saya menjalani pekerjaan dengan rasa yang semakin tenang. Karena saya tahu, saat dibutuhkan, Program JKN benar-benar bisa diandalkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyebut pengalaman pegawai memanfaatkan JKN secara langsung menjadi bukti nyata manfaat program.
“Pegawai BPJS Kesehatan juga merupakan bagian dari peserta JKN. Pengalaman Alianita bersama putrinya menunjukkan bahwa perlindungan JKN benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kita, termasuk bagi pegawai yang setiap hari memberikan pelayanan kepada peserta,” paparnya. (red)










