MKD Panggil Luhut Senin, Jakgung: Kasus "Papa Minta Saham" Pertaruhan Jaksa

MKD Panggil Luhut Senin, Jakgung: Kasus "Papa Minta Saham" Pertaruhan Jaksa Jaksa Agung Prasetyo. foto: RMOL

Pemanggilan ini, menurutnya, karena penyebutan nama Luhut yang mencapai 66 kali dalam rekaman percakapan antara ketua DPR Setya Novanto, Riza Chalid, dan Presiden Direktur , Maroef Sjamsoeddin.

Sedangkan untuk Riza, Dasco mengatakan surat pemanggilan kedua dikirimkan hari ini. Rapat yang diikuti oleh empat pimpinan MKD ini, menjadwalkan memutuskan akan memanggil Riza pada hari yang sama dengan Luhut, yaitu Senin, pukul 10.00 WIB. 

"Yang pasti di alamat yang mana, ada yang terima, nah kalau sudah diterima kami anggap surat sudah diterima dan diaampaikan kepada yang bersangkutan," ujar Politikus Gerindra itu.

Dasco dan Wakil Ketua MKD lain, Junimart Girsang, mengatakan persidangan pada Senin depan akan dibuat terbuka. "Kami barusan sepakat bahwa sidang hari Senin akan dibuat terbuka," ujar Junimart. Penegasan ini seakan menjadi respon setelah Senin kemarin, sidang Ketua MKD, Setya Novanto, dilakukan secara tertutup.

Besok, rencananya MKD akan mengadakan rapat internal untuk membahas kelanjutan permasalahan ini. MKD besok akan membahas penolakan Marouf untuk memberikan rekaman asli yang saat ini dipegang oleh Kejaksaan Agung. Padahal rencananya, MKD akan melanjutkan persidangan setelah bisa membuktikan bahwa rekaman tersebut asli.

Yang menarik, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad menilai kasus "papa minta saham" yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto belum cukup bukti. 

Menurut Dasco, alat bukti yang telah diserahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan juga Presiden Direktur PT Indonesia Maroef Sjamsoeddin kepada MKD belum cukup untuk mengukur pelanggaran etik yang diduga dilakukan Setya Novanto. 

"Gimana mau ukur? Alat bukti, kan, belum cukup karena rekamannya berupa copy-an yang belum bisa dipastikan kebenarannya," ujar politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra tersebut saat dihubungi pada Kamis, 10 Desember 2015.

Sumber: Tempo.co

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO