Kasus Freeport: MKD Ancam Jemput Paksa Reza Chalid, Luhut Diminta Blak-blakan

Kasus Freeport: MKD Ancam Jemput Paksa Reza Chalid, Luhut Diminta Blak-blakan Luhut Binsar Pandjaitan. foto: detik.com

Sementara, MKD rupanya gerah juga dengan sikap pengusaha minyak Reza Chalid yang tak menggubris panggilan pertama untuk menghadiri sidang MKD untuk menjadi saksi dugaan pelanggaran etik Ketua DPR RI Setya Novanto. MKD menyatakan bakal memanggil paksa Reza Chalid jika kembali mangkir dalam panggilan kedua kalinya untuk hadir dalam sidang MKD pada Senin (13/12) hari ini.

Penegasan itu disampaikan anggota MKD Sukiman. "Kalau kita tidak bisa panggil pertama dan kedua, maka ketiga sesuai tata beracara MKD meminta penegak hukum untuk memanggil paksa," ujarnya, dikutip dari detik.com, Minggu (13/12).

Reza Chalid dipanggil pertama kali pada Kamis (3/12) lalu, berbarengan hari dengan pemanggilan Maroef Sjamsoeddin ke MKD. Namun taipan minyak itu tak hadir dan diketahui berada di luar negeri. Menkumham Yasonna Laoly mengkonfirmasi Reza di luar negeri.

Selain MKD, Reza Chalid juga diincar Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam kasus yang sama, namun dari sisi hukum pidana bukan etika. Termasuk Presiden Joko Widodo yang ternyata sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti melacak keberadaan Reza Chalid.

"Ya kalau ada di sini (Indonesia) kan kita bisa paksa, tapi kalau sudah keluar negeri kan juga engggak bisa, gimana kita mau maksanya," kata Badrodin soal kemungkinan panggil paksa Reza, Selasa (8/12).

Kesaksian Reza menjadi penting bagi MKD karena ikut dalam pertemuan yang dihadiri oleh Setya Novanto dan Maroef Sjamsoeedin Juni 2015. Maroef membenarkan pertemuan itu dengan bukti rekaman. Sementara Novanto dalam persidangan di MKD menolak menjawab, meski dalam wawancara di media sebelumnya membenarkan.

Terpisah, sudah hampir sebulan drama 'papa minta saham' bergulir di MKDdan belum ada titik terang penuntasan kasus itu. Ketua umum PPP hasil Munas Surabaya Romahurmuziy, meminta MKD bersikap sebagaimana slogan Golkar; 'Suara Golkar Suara Rakyat' .

"Soal Pak Setya Novanto, yang terbaik sesuai UU MD3 (UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD) adalah dikembalikan penyikapannya sesuai slogan partai pengirimnya, yakni 'suara Golkar, suara rakyat," ucap Romahurmuziy kepada detikcom, Minggu (13/12).

"Silakan rekan-rekan di Partai Golkar menanyakan apa yang terbaik untuk Pak Setya Novanto dalam situasi saat ini kepada rakyat. Apapun jawabannya, itulah yang terbaik," imbuhnya.

Romi meyakini kader-kader Golkar memiliki jiwa besar dan pengalaman yang lebih dari cukup untuk menangkap suara rakyat atas kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. (dtc/mer/tmp/rev)

Sumber: detik.com/merdeka.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO