Hadir juga Direktur Pelayanan BPJS Fajriadnur dan pejabat dari dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Lukman bercerita sejarah klinik yang berasal dari hadiah ayahandanya itu. "Saat itu tahun 1966 bertepatan dengan hari Ulang Tahun NU ke-40, ayah saya Saifuddin Zuhri mendatangi Kiai Idham Chalid sebagai ketua umum PBNU," kisahnya.
Kiai Saifuddin menyampaikan bahwa rumah miliknya yang terletak di Jalan Hang Tuah itu mau dihadiahkan kepada Muslimat NU. Namun ternyata respon Kiai Idham Cholid tidak seperti yang diharapkan. Kiai Idham diam dan bahkan sempat hening beberapa saat. "Saya mengharapkan sumbangan dari orang lain, bukan dari sampean," kata Kiai Idham kemudian.
Kiai Saifuddin menimpali, "Kalau dari orang lain tidak ada, kan saya juga bisa jadi orang lain.". Kiai Idham belum bisa menerima karena kondisi ekonomi Kiai Saifuddin Zuhri saat itu dianggap tak layak menghadiahkan rumah kepada Muslimat NU. Apalagi anak Kiai Saifuddin Zuhri berjumlah 10 orang yang masih kecil-kecil.










