Transportasi Laut di Sumenep Belum Memadai, Timbulkan Kesenjangan Kepulauan dan Daratan

Saat itu, korban yang divonis terkena penyakit gagal ginjal hendak dirujuk ke RSD Dr. Moh. Anwar, menggunakan kapal Darma Bakti Sumekar (DBS) dari pelabuhan Batu Guluk Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Sayangnya di tengah perjalanan, nyawa pasien tidak tertolong.

”Warga Kepulauan merasa terpukul dengan peristiwa itu. Karena menunjukkan lemahnya pelayanan kesehatan dan juga minimnya transportasi yang diberikan oleh pemerintah daerah,” tegas dia.

Tahun ini kapal yang pasti akan beroperasi di tahun 2016 sebanyak 10 unit. Rinciannya, 5 kapal perintis, satu unit kapal milik pemerintah daerah yakni DBS II, Kapal Mega, dua Kapal Cepat, dan dua unit Kapal DLU.

Hanya saja untuk kapal perintis dari lima yang disediakan oleh Pemerintah Pusat baru dua kapal yang sudah beroperasi. Sementara tiga kapal yang lain diperkirakan mulai beroperasi beberpa pekan kedepan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Transportasi Laut di Sumenep Belum Memadai, Timbulkan Kesenjangan Kepulauan dan Daratan - Halaman 2