Mensos Khofifah Indar Parawansa saat di SMA Khodijah Surabaya Jawa Timur. foto: didi rosadi
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tertangkapnya Bupati Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan Ahmad Wazir Noviadi Mawardi karena penyalahgunaan narkoba membuat banyak pihak terkejut. Berbagai institusi pun langsung melaksanakan tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di dalam internal lembaga mereka. Mulai institusi Kepolisian, organisasi politik sampai pemerintahan, semuanya seolah berlomba-lomba melaksanakan tes urine pasca tertangkapnya Bupati Ogan Ilir.
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan sikap institusinya tegas dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Bahkan Kemensos sendiri, lanjut Khofifah, sudah sejak dini memperingatkan pejabat dan pegawai agar menjauhi narkotika. Tes urine rutin dilakukan jauh sebelum ramai-ramai tes urine dilaksanakan di banyak instansi pasca penangkapan Bupati Ogan Ilir beberapa pekan lalu.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Disambut Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul Salurkan 1.500 Paket Sembako dan Resmikan Masjid KHAS
- Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
- Di Sidoarjo, Mensos Gus Ipul Ajak Jajaran di Sidoarjo Jihad Pemutakhiran DTSEN
"Kemensos sudah lama rutin tes urine. Ini kita lakukan secara periodik dan mendadak," ujar Mensos Khofifah usai acara di Yayasan Khadijah, Sabtu (19/3).
Khofifah menilai, tes urine tidak cukup jika ingin memberantas narkotika. Perlu langkah komprehensif untuk membendung peredarannya. Sebab, bandar dan pengedar mencari segala cara agar pasar narkotika bisa tetap ada dan tambah besar di Tanah Air.
"Karena narkoba ini uang besar. Bayangkan, 63 triliun rupiah dalam setahun pendapatannya. Bandar dan pengedar tidak mau melepas itu pasar. Karena itu Bapak Presiden menyatakan Indonesia darurat narkoba," tutur Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.
Buktinya, lanjut dia, pengedar mulai berupaya keras memasuki lingkungan pesantren dan memanfaatkan ketidaktahuan santri akan narkotika.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




