Dra. Hj. Widyanayati, MM: foto: bangsaonline.com
Menurut dia, bank Jatim berbeda dengan bank konvensional lainnya. Ditinjau dari saham, kata dia, Bank Jatim mayoritas milik pemerintah provinsi dan pemda. Sehingga keuntungannya dapat dinikmati dan dikembalikan pada daerah.
Sementara dalam pengembangan program divisi syariah, Bank Jatim baru akan memulai tahun depan.
Ia juga menjelaskan program unggulan Bank Jatim terkait dengan pinjaman lunak terhadap masyarakat. ”Dalam jangka waktu 14 hari pemohon langsung bisa cair,” katanya seraya mengatakan bahwa yang dikenal dengan program Jatim prioritas dan bagian dari program itu adalah prime custumer. ”Dapat hadiah dan hadiahnya bisa memilih sendiri,” tambahnya.
Pada 2017 Bank Jatim Cabang Ponorogo mencanangkan program yang selaras dengan program Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni. ”Bank Jatim akan menyalurkan program kesehatan dan kebudayaan,” jelasnya.
Untuk program kesehatan, bank Jatim akan memberikan timbangan pada balita, sedang untuk program kebudayaan Bank Jatim akan membantu pengembangan kesenian Reog ponorogo.
Ia berharap ke depan Bank Jatim bisa memberikan pelayan lebih pada masyarakat Ponorogo dibanding bank-bank lain, terutama untuk menciptakan iklim yang sehat bagi kondisi perekonomian Ponorogo.
Ia menegaskan bahwa Bank Jatim Ponorogo berbeda dengan bank konvensional lainnya dalam akad dan aspek legalitas, struktur organisasi, lembaga penyelesaian sengketa, usaha yang dibiayai, dan lingkungan kerja serta corporate culture/budayanya.
Menurut dia, dengan pemberian bunga kredit yang rendah diharapkan para pengusaha kecil dan menengah bisa mengembangkan sentra usahanya. ”Otomatis ketika perekonomian daerah stabil perekonomian negara pun akan ikut stabil,” katanya. (jar/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




