Elia menegaskan, untuk mencapai swasembada gula, pabrik gula di lingkungan BUMN akan mendongkrak skala produksinya hingga dua kali lipat. "Kalau sekarang ini hanya produksi pabrik gula BUMN hanya 1,5 juta ton, dengan revitalisasi yang terus dijalankan maka produksi bisa mencapai 3 juta ton gula," kata Elia.
Dengan lonjakan produksi gula yang signifikan ini, menurut dia, butuh dukungan peningkatan pasokan tebu petani. "Petani harus terus mempunyai keyakinan untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas jumlah tebunya," kata Elia.
Sementara Dirut PTPN XI Dolly Pulungan mengatakan, berbagai upaya mencapai swasembada gula terus disiapkan. Selain dengan kartu tani, pihaknya bersama Asosiasi Petani Tebu rakyat atau APTRI ada program radikalisasi tanaman.
"Saya sudah bicara dengan petani dan Pak Arum Sabil soal radikalisasi produksi tebu di 40 ribu hektar di lingkungan PTPN XI, melalui pendekatan baru dalam pembiayaan dan termasuk adanya kartu tani ini. Sehingga harapannya ada lonjakan produksi tebu, dari kisaran sekarang 76 ton per hektar menjadi 100 ton per hektar, karena tanah HGU PTPN XI sudah di atas 100 ton/hektar," papar Pulungan.









