JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kebutuhan belanja pemerintah dalam dua bulan ini cukup besar, karena adanya realisasi pencairan gaji ke-13 dan THR (Tunjangan Hari Raya) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal penerimaan negara masih rendah.
Kepala Pusat Harmonisasi dan Analisis Kebijakan Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan penerimaan negara sampai 31 Mei 2016 baru Rp 496 triliun. Sedangkan belanja Rp 685,8 triliun. Artinya defisit anggaran Rp 189,1 triliun atau 1,49% terhadap PDB.
BACA JUGA:
- Harga Pangan Nasional di Penghujung Tahun 2025 Alami Penurunan, Bawang Merah dan Cabai Merosot
- Harga Pangan Nasional Hari Ini Fluktuatif: Bawang dan Cabai Merah Turun, Rawit Hijau Naik
- Rata-rata Harga Pangan Nasional Hari Ini Alami Lonjakan yang Cukup Signifikan
- Daftar Harga Lengkap Pangan Nasional Hari Ini, Minggu 19 Oktober 2025
Luky mengakui kondisi keuangan negara dalam lima bulan pertama ini memang tidak sebagus tahun sebelumnya. Akan tetapi kas negara dipastikan aman, termasuk untuk pembayaran gaji PNS.
"Masih oke. Kayaknya bulan Juni hanya THR. Gaji ke 13 Juli. Jadi dipecah bulan Juni dan Juli," ungkapnya, di kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (10/6/2016).
Dari sisi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), Luky menyatakan Rp 24,2 triliun. Menurutnya hal tersebut menunjukkan kas negara terkelola dengan baik.
"Insyaallah sudah kita perhitungan, kas kita aman. Kalau dari segi SILPA-nya kita kan masih kelebihan Rp 24,2 triliun," terangnya seperti dikutip detik.com.
Belanja untuk kedua komponen sudah disiapkan. Luky juga memastikan tidak ada belanja infrastruktur yang harus ditunda karena pencairan belanja tersebut.
"Nggak. Makanya saya bilang infrastruktur tetap prioritas kita," tukasnya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




