Asri Productions, Tak Gabung Intako Malah Jaya

Asri Productions, Tak Gabung Intako Malah Jaya produk bikinan asri productions. foto: rizki alivian/BANGSAONLINE

“Kalau ikut koperasi, bisa-bisa saya sendiri gulung tikar duluan,” ungkap Sabiq.

Sehingga dirinya memilih untuk memproduksikan barangnya sendiri tanpa melalui koperasi yang dianggap terlalu sulit untuk sebagai beban dalam usahanya, sebab koperasi Intako memasang target untuk penyelesaian.

Jika ikut dalam koperasi, butuh dana yang besar dan tenaga kerja yang banyak. Berbeda jika produksi sendiri, dirinya mengaku tidak terlalu terbebani sehingga keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 5 juta per bulan.

Meskipun dirinya hanya sebagai home industri, pesanannya rata-rata 1000 buah per bulan, bahkan dari mancanegara seperti Malaysia dan Timor Leste. Selain itu, banyak juga dari lembaga swasta, PT KAI, dan juga pesanan koper ibadah haji dan umrah.

“Pesanan dari luar negeri biasanya acara pertemuan HUT negaranya, kalau lembaga swasta dan lembaga lainnya untuk diklat dan acara baksos,” ujarnya.

Di sisi lain, Kusno, salah satu pengrajin yang ikut dalam koperasi Intako membantah bahwa bisa membuat gulung tikar. “Saya ngerjakan tas, biasanya dibantu sama istri, kalau dapat pesenan dari koperasi, baru nanti dibantu sama saudara dan kadang manggil karyawan paling beberapa biar cepet selesai, tapi ya gitu kadang keja sampai malam,” ungkapnya saat ditanya di rumahnya. (rizky alvian/UTM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO