Aksi Boro Mania, saat demo di depan kantor Pemkab Bojonegoro sambil menyalakan flare. foto: EKY NYRHADI/ BANGSAONLINE
"PSSI sudah mati. Bubarkan segera federasi sepakbola indonesia. Kami sudah bosan dengan janji-janji busuk PSSI. Menpora juga harus bertanggungjawab, kalau tidak, silakan mundur saja," tegasnya.
Hingga selesai, aksi berjalan damai dan tertib. Massa tidak melakukan aksi anarkis hingga usai. Meski demikian, ratusan polisi tampak siap siaga mengamankan jalannya aksi hingga masa bubar ke masing-masing kecamatan.
Sementara itu, CEO Persibo Bojonegoro, Abdullah Umar mengklaim harapan Persibo untuk hidup dan bangkit kembali masih ada. Menurutnya, pada bulan Desember mendatang PSSI bakal menggelar pertemuan dengan enam klub terdzolimi, di antaranya Persebaya, Persewangi, Persibo dan Persema Malang.
"Kami akan terus berupaya menghidupkan Persibo," ungkapnya terpisah. (nur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




