MALANG, BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Hartanto mengingatkan, turunnya hujan yang disertai angin kencang dan petir tidak hanya di wilayah Kabupaten Malang saja, tapi se-Malang Raya.
Berdasarkan laporan, untuk tanggal 3-8 Desember 2016 ini, potensi hujan sedang disertai petir dan angin kencang. Sehingga warga harus waspada di saat hujan yang disertai petir dan angin kencang. Sebab, petir dan angin kencang bisa menyebabkan bencana, baik itu banjir dan tanah longsor serta angin puting beliung. “Mengingat wilayah Kabupaten Malang rawan terjadinya bencana,” tuturnya.
BACA JUGA:
- Raih 1.139 Prestasi Dalam Setahun, MAN 2 Kota Malang Masuk Program Garuda Transformasi 2026
- Polresta Malang Kota Tangkap 2 Pelaku Curas Mahasiswa, Satu Buron
- HUT ke-45 Tirta Kanjuruhan, Bupati Malang Dorong Penguatan SDM dan Inovasi Layanan
- Sambut Libur Panjang, Polres Batu Perketat Pengamanan Jalur Wisata
Menurut Hartanto, sebagian wilayah di Malang Raya ini, masih belum memasuki musim kemarau. Sehingga masih perlu diwaspadai adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Potensi tersebut bisa terjadi di daerah pegunungan/dataran tinggi dan wilayah Malang, terutama di Malang Selatan. Berdasarkan data, curah hujan ekstrim (>50 milimeter (mm)/hari) terjadi di wilayah Malang Raya.
“Ini akan terjadi di sejumlah daerah di Malang Raya, seperti Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Serta wilayah bagian Timur, termasuk di wilayah Kabupaten Lumajang. Sehingga dengan adanya curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang, secara otomatis akan berdampak terjadinya banjir dan tanah longsor,” ungkapnya.
Selain itu, Hartanto juga menghimbau kepada pengguna dan operator jasa transportasi laut, seperti nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir pantai harus mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5-3,0 meter. Nelayan Pantai Sendangbiru, diimbau untuk tidak melaut sementara, karena cuaca di wilayah pesisir Pantai Selatan saat ini sangat tinggi,” pungkasnya. (thu/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




