Tafsir An-Nahl 101-102: Damainya Aksi 411, Karena Akhlaq Karimah, Bukan Peran NU-Muhammadiyah

Ayat 101 adalah jawabannya. Yakni ketika ayat al-Qur'an turun dengan pesan baru sebagai penyempurna (mukammilah) atau penguat (mu'akkidah) atau - bahkan - mengganti pesan lama (nasikhah). Al-Syafi'iy cenderung ayat ini sebagai dasar naskh, yaitu merevisi pesan lama dan diganti dengan pesan baru, sedangkan beberapa ulama memahami sebagai penyempurna pesan lama (Mukammilah).

Diriwayatkan, bahwa ayat tersebut terkait dengan back up Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW agar lebih tegas menampakkan keislamannya. Orang kafir sangat gelisah ketika ayat perintah perang turun. Tidak hanya wong kafir, orang munafik juga demikian. Mereka takut kehilangan jabatannya, kekuasaannya, hartanya, kepuasan nafsu duniawinya, karena hanya itu yang mereka dambakan. (Muhammad:20).

Beda dengan orang beriman dan bertaqwa, tujuan utama hidup adalah Allah SWT sehingga menempatkan Allah SWT, Kitab suci al-Qur'an dan Rasul-Nya sungguh di atas segala-gaalanya termasuk NKRI sekalipun, apalagi sekedar demokrasi. Bagi orang beriman, jiwa dan raga adalah ciptaan-Nya, maka wajar kembali kepada-Nya.

Makanya, orang beriman sangat siap membela agama, bahkan menginginkan kematian di jalan Allah SWT, syahid dan itulah kematian terindah. Inilah ukuran orang beriman sungguhan. Itulah komitmen setiap kali orang beriman mendengar ada musibah menimpa. " Inna lillah, wa inna ilaih raji'un". Sangat nikmat bisa kembali ke pangkuan Allah berselimut ridha-Nya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: