MARAH. Bupati Sambari HR saat memarahi Super Manager Ramayana Gresik, Lister Sitorus. foto : syuhud/bangsaonline
"Syukur-syukur kalau mengenakan kopiah. Kan tidak akan memengaruhi omzet jualan. Jeleknya apa sih puasa-puasa Ramadan pakai busana muslim, kan cuma satu bulan. Ini kota santri. Anda tahu nggak kriteria busana muslim. Saya kira kalau karyawan pakai busana muslim pembeli makin senang dan mendoakan Ramayana makin laris, " tukas Sambari menumpahkan kekesalannya.
Dia bahkan mengungkapkan, kalau kepedulian Ramayana terhadap pemerintah tidak ada sama sekali. Bahkan, pemerintah juga tidak pernah meminta apa-apa ke Ramayana. "Selama ini apa pernah pihak Ramayana kulo nuwon (datang) ke pemkab. Toh kami juga tidak pernah meminta apa-apa," tukasnya.
Karena saking kecewanya dengan managemen Ramayana, Sambari yang didampingi Plt (pelaksana tugas) Sekkab Andhy Hendro Wijaya, Staf Ahli Bupati Langu Pindingara, Kepala BKD Saputro, Kabag Kesra Khusaini, Kabag Hukum Edy Hadi S, dan Kepala Kesbanglinmas Budi Raharjo wurung masuk ke Ramayana untuk sidak.
Rombongan kemudian meneruskan sidak ke Matahari. Di mall yang terletak di Jalan Kapten Dulasem Kecamatan Kebomas ini, ia tampak senang melihat karyawan dan karyawati Matahari yang bertugas di lantai I. Sebab, para karyawan dan karyawati memakai busana muslim.
Namun, ketika naik di lantai II, ia kembali marah-marah. Sebab, mendapati semua karyawati yang berjaga disana tidak mengenakan busana muslim. Bahkan, Sambari sempat memarahi Store Manager Matahari, Suwito, karena selalu ngeyel ketika diperintah agar karyawatinya diminta memakai busana muslim. "Kalau tidak pakai busana muslim, saya akan cabut izinnya. Ini serius," ancamnya.
Sambari memberikan deadline paling akhir Kamis (3/7), agar managemen Ramayana dan Matahari sudah mewajibkan semua karyawan dan karyawatinya memakai busana muslim selama Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




