Jumat, 04 Desember 2020 23:58

Pesantren di Pasuruan akan Dibantu untuk Budidaya Ikan, DKP Siapkan Rp 500 Juta

Rabu, 22 Februari 2017 21:44 WIB
Wartawan: Habibie
Pesantren di Pasuruan akan Dibantu untuk Budidaya Ikan, DKP Siapkan Rp 500 Juta
Rapat kerja Komisi II dengan Dinas Kelautan dan Perikanan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesantren di wilayah Kabupaten Pasuruan dan peningkatan ekonomi bidang perikanan di lingkungan pesantren, Pemkab Pasuruan pada tahun 2017 telah menyiapkan beberapa program unggulan. Salah satu program tersebut yakni pemberdayaan budidaya ikan.

Untuk mewujudkan itu, Dinas Kelautan dan Perikanan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 juta yang bersumber dari APBD. Saat ini pihak Dinas masih melakukan verifikasi beberapa usulan dari pesantran muapun lembaga pendidikan

“Anggaran yang disiapkan dari APBB sebesar Rp 2017, saat ini kami masih melakukan verifikasi calon penerima,“ jelas Ir Slamet Nur Handoyo yang didampingi Ir Sugeng, Kabid Budidaya Perikanan

Sugeng menambahkan, setiap pesantren/calon penerima yang sudah memenuhi persyaratan akan mendapat bantuan berupa 3 fiber kolam, bibit ikan, dan pakan ikan yang diberikan selama 2 bulan secara gratis

"Sebelum digulirkan pada sekitar bulan April atau Mei nanti, para penerima program tersebut terlebih dahulu diberikan pelatihan dasar teknis tata cara pengelolaan ikan secara betul, sehingga program tersebut bisa berdampak positif untuk menunjang pendapatan mereka," terang Slamet.

Sementara penerima program bantuan itu disyaratkan  berbadan hukum Kemenkumhan dan sudah berusia selama 3 tahun. Tak hanya pesantren, yayayan yang sudah memiliki legalitas resmi juga bisa diajukan untuk mendapatkan bantuan program tersebut.

Terpisah anggota Komisi II H Juriyanto yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, program tersebut cukup bagus untuk menumbuhkan jiwa wirausaha bagi kalangan pesantren. Namun Juriyanto mewanti-wanti agar Dinas terkait sebelum program tersebut digulirkan mengecek para calon penerima secara selektif.

"Kita mendorong pihak Dinas terkait sebelum menggulirkan program itu, tapi calon penerima hibah hendaknya dicek secara hati-hati. Tujuannya agar betul-betul tepat sarasannya,” jelas politisi asal Tutur ini. (psr3/par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...