PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Upaya Pemkab Pasuruan dalam meningkatkan SDM para guru dalam menanggulangi kebencanaan utamanya terus dilakukan. Salah satunya melalui bimbingan teknis SPAB (satuan pendidikan aman bencana), Selasa (14/2/2023).
Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru, serta pondok pesantren wilayah PCNU Bangil.
BACA JUGA:
- Gempa Flores Timur, 15 Warga Luka dan 100 Dievakuasi
- Pemprov Jatim dan BNPB Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau
- Pasuruan Dikepung Banjir: Ketinggian Air Capai 1,2 Meter, Empat Kecamatan Siaga Satu
- Apresiasi Kinerja BNPB di Bulan Puasa, Senator Lia Istifhama Dorong Percepatan Revisi UU Kebencanaan
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris mengatakan bimtek dan pelatihan SPAB kali ini diikuti 15 lembaga pendidikan di wilayah kabupaten/kota. Pihaknya bekerja sama dengan BNPB dan LPBI NU Bangil untuk memberikan pembekalan tentang cara menanggulangi bencana.
"Pelatihan selama 3 hari melibatkan 15 lembaga pendidikan di kabupaten dan kota di sekitar wilayah Pasuruan, bertempat di Hotel Dalwa Syariah Bangil," jelasnya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com via seluler.
Acara tersebut dibuka oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta, Dit Mitigasi BNPB Taufik Kartiko, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, serta Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron.
Menurutnya, tujuan bimtek SPAB adalah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi risiko bencana. Serta memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari dampak bencana. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




